Musim Kemarau Bakal Terjadi Sampai November, BMKG Minta Warga Malang Hemat Air & Waspadai Kebakaran

Musim Kemarau Bakal Terjadi Sampai November, BMKG Minta Warga Malang Hemat Air & Waspadai Kebakaran.

Musim Kemarau Bakal Terjadi Sampai November, BMKG Minta Warga Malang Hemat Air & Waspadai Kebakaran
SERAMBI/BEDU SAINI
Ilustrasi kekeringan karena musim kemarau 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Stasiun Klimatologi BMKG Malang memperingatkan masyarakat Malang Raya di Jawa Timur harus hemat air mulai saat ini.

Karena, musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi sampai bulan November.

"Harus hemat air dari sekarang. Puncak kemarau perkiraan BMKG diprediksi terjadi antara bulan Juli dan Agustus. Prediksinya berakhir pada bulan Oktober," terang Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang Musripan ketika dikonfirmasi, Kamis (4/7/2019).

Polisi Bongkar Praktik Penyimpangan Daging Impor di Malang, 5 Ton Daging Sapi dan Kerbau Disita

60 SMP Swasta di Kota Malang Belum Dapat Memenuhi Pagu Siswanya, Dindik Sebut Perlu Ada Evaluasi

Diskominfo Kabupaten Malang Buka Suara Soal Hilangnya 4 Stasiun TV, Sebut Banyak Faktor Penyebabnya

Musripan menambahkan, masyarakat harus mewaspadai potensi kebakaran yang bisa saja terjadi saat musim kemarau.

Menurutnya, wilayah Malang Selatan rentan terjadi insiden kebakaran.

"Karena kelembaban sangat rendah kemudian temperatur kering dan naik. Potensi jika ada kebakaran api akan cepat sekali," tambah Musripan.

Terkait suhu dingin yang terjadi selama ini di Malang Raya, Musripan menjelaskan hal tersebut terjadi karena udara dingin dari Australia yang menghembus ke wilayah Jawa termasuk Malang Raya.

"Suhu dingin akhir-akhir ini adalah tanda masuknya musim kemarau. Pembawaan takanan dari Australia ke arah Pulau Jawa membawa angin dingin bukan uap air," tutup Musripan.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved