Pemilik Akun Facebook Aida Konveksi Sering Diperingatkan Suami Agar Tidak Berlebihan Bermain Medsos

Ida Fitri (44), pemilik akun Facebook Aida Konveksi yang diduga menyebarkan konten menghina lambang negara sebenarnya sudah sering diperingatkan

Pemilik Akun Facebook Aida Konveksi Sering Diperingatkan Suami Agar Tidak Berlebihan Bermain Medsos
SURYA/SAMSUL HADI
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan cetakan akun Facebook Aida Konveksi yang diduga menyebar konten menghina lambang negara, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Ida Fitri (44), pemilik akun Facebook Aida Konveksi yang diduga menyebarkan konten menghina lambang negara sebenarnya sudah sering diperingatkan suaminya, Aris, agar tidak berlebihan bermain media sosial.

Tetapi, Ida tidak menghiraukan peringatan dari suami. Malah, Ida sempat memblokir akun Facebook dan WhatsApp (WA) milik suaminya.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Blitar, Hadi Santoso, Kamis (4/7/2019). Hadi sempat diajak curhat Aris soal kondisi istrinya sebelum dugaan kasus penghinaan lambang negara melalui media sosial itu mencuat. Aris memang bekerja di kantor KPU Kabupaten Blitar.

"Dia (Aris) memang pegawai honorer di KPU Kabupaten Blitar. Dia bekerja di sini sejak 2007. Dia sempat curhat ke saya soal kondisi istrinya. Ceritanya pada Senin (1/7/2019) sebelum ramai-ramai itu," kata Hadi kepada Tribunjatim.com.

Hadi mengatakan Aris bercerita sering beda pendapat dengan istrinya. Aris juga mengeluh istrinya jarang menurut kalau diberi nasihat. Terutama soal aktivitas istrinya di media sosial. Istrinya sering mengunggah konten berbau politik di media sosial.

Menurut Hadi, Aris memperingatkan istrinya agar tidak berlebihan bermain media sosial terutama terkait politik karena untuk menjaga integritasnya. Sebab, Aris bekerja di kantor KPU.

Soal Kasus Konten Hina Lambang Negara di Blitar, Polres Blitar Kota Minta Keterangan ke Para Ahli

Suami Sandra Dewi Belikan Hadiah Gitar Mewah Rp 140 Juta untuk Raphael Moeis, Lihat Penampakannya!

Persebaya Vs Persib, Kembali Lawan Mantan Tim, Djanur: Sekarang Lebih Bebas dan Tak Dikait-kaitkan

"Karena Aris bekerja di KPU, dia ingin agar istrinya tidak berlebihan mengunggah soal politik di media sosial," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Dikatakannya, sebenarnya kasus Ida tidak ada sangkut pautnya dengan Aris sebagai pegawai honorer KPU.

Tetapi, pihak KPU tetap memberikan kelonggaran kepada Aris agar fokus mendampingi istrinya menghadapi kasus itu. KPU memberi izin ke Aris untuk tidak masuk kerja terlebih dulu.

Hadi juga meminta Aris kooperatif kalau sewaktu-waktu dipanggil polisi untuk dimintai keterangan terkait kasus istrinya.

"Dia (Aris) kemarin masuk kantor, dipanggil Pak Sek (Sekretaris KPU) ditanya masalah istrinya. Setelah itu dia pulang dan pihak kantor memberikan izin ke dia untuk tidak masuk kerja dulu. Biar fokus mendampingi istrinya dulu," ujar Hadi.

Hadi sendiri mengetahui kasus itu pada Senin (1/7/2019) malam. Malah, Hadi sempat datang ke rumah istri Aris ketika mendengar kabar ada polisi datang ke rumah istri Aris. Hadi juga ikut mendampingi Aris ketika berada di Polres Blitar Kota.

"Kapasitas saya hanya ingin tahu apa yang dialami pegawai saya. Kebetulan posisi saya sebagai ketua KPU. Kami menghormati proses hukum di kepolisian," katanya.

Sementara itu, kasus dugaan menyebarkan konten menghina lambang negara tersebut masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Blitar Kota. Polisi masih melengkapi alat bukti salah satunya meminta keterangan ahli pidana dan ahli bahasa.

"Kami masih melengkapi bukti-bukti. Setelah itu akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan status kasusnya," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar. (Sha/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved