PKB Bicara Kriteria Calon Wali Kota di Pilwali Surabaya : Harus Bisa Jaga Warga Asli dan Atasi Macet

PKB Bicara Kriteria Calon Wali Kota di Pilwali Surabaya : Harus Bisa Jaga Warga Asli dan Atasi Macet.

PKB Bicara Kriteria Calon Wali Kota di Pilwali Surabaya : Harus Bisa Jaga Warga Asli dan Atasi Macet
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar saat ditemui di Surabaya, Rabu (5/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan sejumlah kriteria calon Wali Kota Surabaya yang akan diusung pada Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

PKB mensyaratkan dua hal utama yang harus dilakukan Wali Kota ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar.

Pengacara M Sholeh Siap Jadi Calon Independen di Pilwali Surabaya 2020, Bermodal 3 Hal Ini

Jadi Figur Potensial Maju Pilwali Surabaya, Reni Astuti Sebut PKS Bisa Berkoalisi dengan Siapa Saja

6 Kader PDIP yang Bisa Gantikan Wali Kota Risma di Pilwali Surabaya, Cucu Soekarno Ikut Bertarung

"Koalisi di pilkada itu bisa dengan siapa saja. Persoalannya, bukan pada koalisi. Namun, ada pada kesamaan visi," kata Halim kepada jurnalis di Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Visi tersebut diharapkan menjadi acuan pembangunan Surabaya dalam lima tahun pemerintahan. "

Visi yang kami usung menjadi perhatian dalam pembagunan di Surabaya," kata Halim.

Pertama, Wali Kota Surabaya yang diusung PKB harus bisa menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat Surabaya. "Sebab, ini masalah akar budaya. Sehingga, bagaimana memberikan penghargaan kepada pemilik sejarah," kata Halim.

Ironisnya, Halim menilai warga masyarakat Surabaya asli hari ini semakin terpinggirkan. "Misalnya, Rungkut, dari 10-15 tahun yang lalu dengan Rungkut hari ini. Ada satu situasi yang sudah beda jauh. Kemana mereka (warga asli)?," kata Halim mencontohkan.

Halim yang juga Ketua DPRD Jatim ini khawatir, apabila isu ini tak diperhatikan, maka warga asli Surabaya akan semakin terpinggirkan.

"Beruntung, kita masih bisa mendengar suara alunan ayat Al-Qur'an di masjid. Itu khas Surabaya. Ini yang nggak boleh hilang. Kalau ini hilang, Surabaya bisa hilang," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved