SMP Swasta di Surabaya Keluhkan Masih Ada Siswa Cabut Berkas Pindah ke Negeri: Ini Jalur Apa Lagi

Hingga kini kepastian Dinas Pendidikan Kota Surabaya tak kunjung ada, meski aksi damai oleh para kepala sekolah dan guru SMP Swasta telah usai.

SMP Swasta di Surabaya Keluhkan Masih Ada Siswa Cabut Berkas Pindah ke Negeri: Ini Jalur Apa Lagi
SURYA/SULVI SOFIANA
(kiri) Erwin Darmogo sebagai Ketua MKKS SMP Swasta Kota Surabaya, Dikky Syadqomulloh, Kepala SMP Muhammadiyah 6 Surabaya dan Wiwik Wahyuningsih, Kepala SMP 17 Agustus 1945 Surabaya di kantor Dindik Kota Surabaya, Kamis (4/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seusai aksi damai yang digelar oleh para kepala sekolah dan guru SMP swasta di depan Balai Kota, Selasa (2/7/2019) hingga kini belum ada kepastian yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Selain masih kurangnya siswa yang mendaftar di SMP Swasta bahkan sampai saat ini ada siswa yang cabut berkas dengan alasan mendaftar ke sekolah negeri.

Wiwik Wahyuningsih, Kepala SMP 17 Agustus 1945 Surabaya menunturkan hampir setiap hari ada siswa yang mencabut berkas dengan alasan mendapatkan panggilan di sekolah negeri.

Massa Sekolah Swasta di Kota Surabaya Demo Kebijakan Pagu Tambahan PPDB Sistem Zonasi: Merugikan!

“Hari Senin di sekolah saya masih ada dua siswa yang melakukan cabut berkas. Jadi hampir ada tiap hari pencabutan," ungkap wanita yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta wilayah timur ketika ditemui di kantor Dindik Kota Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Wiwik menjelaskan orangtua beralasan masih bisa mendaftar sekolah negeri hingga Sabtu (6/7/2019) sehingga banyak yang melakukan cabut berkas hingga saat ini.

Dari 139 formulir yang diambil dari sekolahnya, menurutnya baru sekitar 40 anak yang mengembalikan formulir.

PPDB SMA/SMK Sistem Zonasi, Dindik Jatim Sebut Pemerataan Guru dan Sarpras Jadi Evaluasi Utama

"Yang belum mengembalikan kami telfon katanya diterima sekolah negeri. Ada juga yang bilang baru ditelfon atau disms sekolah negeri kalau mereka diterima di sekolah negeri. Padahal pemenuhan pagu sudah tutup, kok masih saja ada yang masuk sekolah negeri ini jalur apa lagi," urainya.

Hal senada diungkapkan Dikky Syadqomulloh, Kepala SMP Muhammadiyah 6 Surabaya.

Karena minimnya siswa baru, ia bahkan mengaku sekolahnya harus terpaksa menaikkan SPP pada tahun ajaran baru.

60 SMP Swasta di Kota Malang Belum Dapat Memenuhi Pagu Siswanya, Dindik Sebut Perlu Ada Evaluasi

Apalagi sekolah belum mendapat mendapat solusi dari Dindik Surabaya.

Iapun mendesak akan segera adanya regulasi dan teknis terkait keberlangsungan pihak Dindik secepatnya menghentikan PPDB.

“Jika tidak segera dihentikan (PPDB,red), sampai sabtu besok (6/7/2019) diperkirakan siswa yang mencabut berkas di sekolah swasta kian bertambah, ditambah lagi dengan kebijakan Dindik tak segera menemui titik temu," terangnya.

SMP Swasta Kota Malang Berjuang Dapat Siswa, Ada yang Beri Seragam Gratis dari Sumbangan Guru

Menanggapi keluhan pihak swasta, Erwin Darmogo sebagai Ketua MKKS SMP Swasta Kota Surabaya kembali menemui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dindik Kota Surabaya Sudarminto.

"Sayangnya belum ada solusi, kami juga minta ada pertenuan lengkap ada Kepala Dindik Kota Surabaya, Wali Kota, dan Kepala Bapekko," ujarnya

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved