Dewan Jatim Soroti Omzet Pelaku UMKM Makanan yang Merosot Sejak Ada Tol, Minta Pemda Cari Solusi

Dewan Jatim Soroti Omzet Pelaku UMKM Makanan yang Merosot Sejak Ada Tol, Minta Pemda Cari Solusi.

Dewan Jatim Soroti Omzet Pelaku UMKM Makanan yang Merosot Sejak Ada Tol, Minta Pemda Cari Solusi
TRIBUNJATIM.COM/ADENG SEPTI IRAWAN
Ketua Komisi B DPRD Jatim, Achmad Firdaus usai melakukan hearing bersama Disperindag pada Senin (30/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jawa Timur meminta pemerintah daerah baik kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk menyiapkan solusi konkret warga terdampak tol.

DPRD Jatim menyoroti penurunan sentra ekonomi kecil di sekitar tol yang kini kehilangan pelanggan pasca keberadaan tol.

"Catatan kami, sentra ekonomi dan warung yang dulunya sering dilewati, kini tidak mendapatkan perhatian pasca ada tol. Ini yang harus kita dukung," kata Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus di Surabaya, Jumat (5/7/2019).

Badan Tak Enak, Wanita Trenggalek Minta Berhenti di Rest Area Tol Jombang, Ditemukan Tewas di Toilet

Banyak Kecelakaan di Tol Ngawi-Kertosono Akibat Pecah Ban dan Ngantuk, Ini yang Dilakukan PT JMTO

Hari Ini Ratusan Warga Ngawi Demo Ancam Blokir Tol, Menuntut Kejelasan Tukar Guling TKD

Komisi B sebagai komisi yang membidangi masalah perekonomian mengaku mendapatkan laporan dari sejumlah pelaku pasar di sekitar tol.

"Omset mereka mengalami penurunan cukup drastis," kata tanpa menyebut detail angka.

Mayoritas di antara produk UMKM tersebut adalah produsen makanan. "Rata-rata makanan yang terdampak. Kalau souvenir, mereka memilih pindah kios," katanya.

Untuk menangani hal ini, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk mencari alternatif solusi.

"Ini akan menjadi tantangan pemerintah daerah kabupaten/kota. Biar bagaimana pun, kalangan UMKM makanan dan minuman ini berkontribusi membangkitkan ekonomi daerah," katanya.

"Ironisnya, rest area yang ada di tol biasanya justru diisi pelaku-pelaku besar. Sekali lagi, ini masalah yang harus dicari jalan keluarnya," tegasnya.

Di Jawa Timur, industri makanan dan minuman telah berkontribusi sebesar 31,2 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim yang total mencapai Rp 2.063 triliun.

Kontribusi makanan dan minuman tersebut menjadi yang terbesar di antara sektor lain.

Di Jatim, hingga saat ini terdapat beberapa ruas tol yang merupakan bagian dari jalan Tol Trans Jawa. Di antaranya, Wilangan - Kertosono, Kertosono - Bandar, Porong - Gempol, hingga Pasuruan - Grati. Terbaru, pemerintah juga telah meresmikan tol Pandaan-Malang pada pertengahan Mei lalu.

"Prinsipnya, kami bukan mengambinghitamkan keberadaan tol, namun memang ada tantangan yang harus dihadapi. Meskipun memang ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat pasca dibukanya tol," lanjutnya.

Sekalipun demikian, Firdaus yang juga politisi Partai Gerindra ini menilai bahwa keberadaan tol belum bisa membawa efek secara langsung. "Sebab kondisi ekonomi masih menurun, tol masih belum banyak digunakan. Hanya kalangan tertentu saja yang lewat," katanya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved