Masih Bikin Perwali, Pemkot Blitar Tata Ulang Perizinan Usaha Karaoke, Pengusaha Harus Izin Ulang

Masih Bikin Perwali, Pemkot Blitar Tata Ulang Perizinan Usaha Karaoke, Pengusaha Harus Izin Ulang.

Masih Bikin Perwali, Pemkot Blitar Tata Ulang Perizinan Usaha Karaoke, Pengusaha Harus Izin Ulang
SURYA/SAMSUL HADI
Petugas Satpol PP menyegel karaoke 999 di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (9/1/2019). Tempat karaoke itu paling terakhir yang disegel Satpol PP. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkot Blitar sedang menata ulang perizinan usaha tempat karaoke di Kota Blitar, Jawa Timur.

Sekarang, Pemkot Blitar sedang menyusun peraturan wali kota (Perwali) untuk mengatur usaha tempat karaoke.

Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar Hakim Sisworo mengatakan Perwali yang sedang disusun itu akan mengatur mulai perizinan, tata tertib, dan penindakan terhadap tempat karaoke.

Para pengusaha karoake harus mengurus ulang perizinan usahanya.

Soal Kasus Dugaan Hina Lambang Negara di Medsos, Polres Blitar Kota Periksa Ahli TI

Kasus Dugaan Hina Lambang Negara di Facebook di Blitar Ditingkatkan ke Penyidikan, Ada Unsur Pidana

Review Tempat Karaoke Punya Maia Estianty, Pengunjung Banyak yang Keluhkan Masalah Ini

"Untuk karaoke akan ditata ulang. Sekarang masih menyusun Perwali untuk mengatur bisnis karaoke di Kota Blitar," kata Hakim, Jumat (5/7/2019).

Dikatakannya, Perwali yang akan mengatur usaha karaoke saat ini sedang dibahas oleh Bagian Hukum. Dia berharap pembahasan Perwali bisa segera selesai. Dengan begitu penataan usaha tempat karaoke bisa segera dilakukan.

"Ke depan, selama persyaratan dan perizinannya lengkap sesuai dengan aturan, tempat karaoke boleh buka. Karena mereka juga berhak berusaha. Tapi, nanti yang mengelola dan membina usaha tempat karaoke di Dinas Pariwisata. Kalau Satpol PP bagian penindakan saja," ujar Hakim.

Menurutnya, sampai sekarang sejumlah tempat karaoke masih ditutup. Mereka belum boleh beroperasi selama Perwali belum keluar. Mereka juga harus mengurus ulang perizinan tempat karaoake sesuai Perwali.

"Sampai sekarang kami masih mengawasi sejumlah tempat karoake. Mereka masih belum boleh beroperasi," katanya.

Seperti diketahui, petugas Satpol PP Kota Blitar menutup delapan tempat karaoke di Kota Blitar, awal Januari 2019. Penutupan sejumlah tempat karaoke itu untuk kepentingan evaluasi yang dilakukan Pemkot Blitar.

Pelaksanaan evaluasi sejumlah tempat karaoke itu berdasarkan rekomendasi dari DPRD Kota Blitar. Rekomendasi dari dewan muncul setelah ada kasus praktik asusila di salah satu tempat karaoke di Kota Blitar yang ditemukan Polda Jatim.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved