Ulah Cabul Kepala Sekolah SMP di Surabaya Terungkap, Gegara Wali Murid Protes di Pertemuan Sekolah

Ulah Cabul Kepala Sekolah SMP di Surabaya Terungkap, Gegara Wali Murid Protes di Pertemuan Sekolah.

Ulah Cabul Kepala Sekolah SMP di Surabaya Terungkap, Gegara Wali Murid Protes di Pertemuan Sekolah
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
AS saat digelandang di depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Jumat (5/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Renakta Ditreskrimum Polda Jatim menangkap seorang oknum kepala sekolah (kepsek) yang melakukan pencabulan dan kekerasan terhadap siswanya.

Oknum kepsek itu berinisial AS (40) warga Sidoarjo.

AS merupakan kepala sekolah di sebuah sekolah SMP swasta di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Sekolah SMP Ini Tega Cabuli dan Pukuli 6 Siswanya, Garap Siswanya di Kelas & Musala Sekolah

SMP Swasta di Surabaya Keluhkan Masih Ada Siswa Cabut Berkas Pindah ke Negeri: Ini Jalur Apa Lagi

60 SMP Swasta di Kota Malang Belum Dapat Memenuhi Pagu Siswanya, Dindik Sebut Perlu Ada Evaluasi

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana menuturkan, pelaku bejat pelaku diketahui pertama kali oleh banyak orang, karena ada satu di antara wali murid mendadak meluapkan protes dalam sebuah pertemuan antara pihak guru dan para wali murid.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan Rabu (3/4/2019) silam, satu di antara wali murid mendadak melayangkan protes, jikalau anaknya menjadi korban pencabulan yang dilakukan AS.

"Hari itu pihak sekolah adakan pertemuan dengan wali murid untuk membasmi layanan mereka yang menurun," katanya.

Pasca pertemuan itu, lanjut Festo, para wali murid yang khawatir, menanyai anak mereka masing-masing.

"Dan ternyata benar ada yang jadi korban pencabulan oleh AS," lanjutnya.

Berdasarkan catatan penyidik, tertulis ada delapan inisial nama yang mengisi deretan nama-nama korban.

Namun, Festo menerangkan, pihaknya sejauh ini masih mengidentifikasi enam korban.

Dan kesemua korban berjenis kelamin laki-laki.

"Yang sudah kami identifikasi 6 orang, laki-laki semua dan usianya 15 tahun," katanya.

Kekerasan yang dilakukan pelaku, ungkap Festo, ternyata sudah lazim diketahui para siswa.

Dan pelaku sudah lakukan kekerasan tersebut sejak Agustus 2018 hingga April 2019.

"Lalu para orangtua yang anaknya jadi korban melaporkan tersangka ke SPKT Polda Jatim Senin (8/4/2019)," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved