Bonek Wani

Dinda Ayudhia Pramesty Sebut Membentuk Citra Positif Bonek Tak Perlu Muluk-muluk

Wanita asal Manukan, Surabaya, yang bekerja di perusahaan ekspedisi ini mengatakan, meski dulunya Bonek dikenal buruk, namun Bonek kini telah berubah.

Dinda Ayudhia Pramesty Sebut Membentuk Citra Positif Bonek Tak Perlu Muluk-muluk
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dinda Ayudhia Pramesty, Bonita asal Manukan Surabaya, Juli 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Membentuk citra positif tak semudah membalikkan telapak tangan.

Istilah tersebut mungkin tepat menggambarkan kisah Bonita, Dinda Ayudhia Pramesty (24).

Wanita asal Manukan, Surabaya, yang bekerja di perusahaan ekspedisi ini mengatakan, meski dulunya Bonek dikenal buruk, namun Bonek kini telah berubah.

"Apalagi wanita, sering jadi bahan bully-an. Akan tetapi saya melihat langsung teman-teman saya, kegigihannya untuk menjadi lebih baik itu benar adanya," ujar Dinda Ayudhia Pramesty, Sabtu (6/7/2019).

Cetak Hat-trick Lawan Persib, Striker Persebaya Amido Balde Masuk Daftar Top Skor Liga 1 2019

Kisah Dinda Ayudhia, Bonita Asal Manukan Surabaya yang Jatuh Hati dengan Persebaya karena Sang Kakak

Persebaya Vs Persib Bandung, Djanur Akui Penyakit Lama Bajul Ijo Sembuh Saat Taklukkan Persib 4-0

Tak muluk-muluk, dari hal kecil seperti memungut sampah di stadion, dan bakti sosial yang menggambarkan niat menuju ke arah yang lebih baik.

"Dan usaha para Bonek untuk menjadi lebih baik itu juga gak mudah. Dan saya dulu juga begitu saat belum tahu suporter. Kini saat benar-benar tahu ya ternyata berbeda," lanjutnya.

Dia pun kini belajar untuk mengatur waktu kerja dan menonton Persebaya Surabaya.

"Untungnya ya sudah ngerti saya suka Persebaya. Jadi harus bisa membagi waktu," imbuhnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved