Bonek Wani

Kisah Dinda Ayudhia, Bonita Asal Manukan Surabaya yang Jatuh Hati dengan Persebaya karena Sang Kakak

Kecintaannya pada Persebaya Surabaya bermula pada empat tahun lalu, saat ia diajak oleh kakaknya untuk menonton pertandingan langsung di stadion.

Kisah Dinda Ayudhia, Bonita Asal Manukan Surabaya yang Jatuh Hati dengan Persebaya karena Sang Kakak
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dinda Ayudhia Pramesty, Bonita asal Manukan Surabaya, Juli 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berawal dari sang kakak yang seorang capo (pemimpin koreo) di satu tribun Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Dinda Ayudhia Pramesty jadi jatuh hati dengan Persebaya Surabaya.

Bonita asal Manukan, Surabaya, ini mengaku awalnya tidak begitu tertarik dengan sepak bola.

Kecintaannya pada Persebaya Surabaya bermula pada empat tahun lalu, saat ia diajak oleh kakaknya untuk menonton pertandingan langsung di stadion.

Persebaya Vs Persib Bandung, Djanur Akui Penyakit Lama Bajul Ijo Sembuh Saat Taklukkan Persib 4-0

Simon McMenemy Ungkap Alasan Peluang Timnas Indonesia Main di Stadion Gelora Bung Tomo Sangat Kecil

"Dulu saya nggak pernah tahu sepak bola dan suporter, akhirnya diajak oleh kakak saya yang memang suka banget dengan Persebaya. Pertama kali yang membuat saya cinta itu justru Bonek," ujarnya, Sabtu (6/7/2019).

Saat nribun (menonton laga langsung di stadion), Dinda Ayudhia Pramesty terkagum-kagum dengan atmosfer stadion.

Dinda Ayudhia Pramesty mengatakan, ia melihat Bonek bukan seperti yang ia kira sebelumnya.

"Saya terasa tersihir oleh semangatnya itu yang membuat saya tertegun dan jadi ngerti bahwa Bonek itu gak seburuk yang orang katakan," imbuhnya.

Dia mengisahkan pengalamannya yang tak mungkin bisa dilupakannya, saat Persebaya Surabaya bertanding.

Amido Balde Jadi Bintang Lapangan Laga Persebaya Vs Persib Bandung, Bonek: Kami Haus Golmu

Cetak Hat-trick Lawan Persib, Striker Persebaya Amido Balde Masuk Daftar Top Skor Liga 1 2019

Saat itu, ia memarkir kendaraannya di lokasi yang jauh dari Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

"Cuaca hujan lebat sepatu basah kuyup, tapi karena kebersamaan dengan Bonek. Lihat mereka bahkan sampai hilang sepatunya. Luar biasa semangatnya," terang perempuan 24 tahun itu.

Kini ia mengaku selalu menyempatkan diri untuk menyaksikan Persebaya Surabaya berlaga.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved