Meet and Greet 'Dua Garis Biru' di Royal Plaza Surabaya, Ajak Penonton Memilih Hidup Secara Bijak

Starvision & Wahana Kreator mempersembahkan film 'Dua Garis Biru' yang akan dirilis Kamis (11/7) mendatang DI di Royal Plaza Surabaya

Meet and Greet 'Dua Garis Biru' di Royal Plaza Surabaya, Ajak Penonton Memilih Hidup Secara Bijak
Tribunjatim/christine Ayu N
Sejumlah pemain film Dua Garis Biru, berfoto bersama dengan penggemarnya saat meet and greet di Royal Plaza Surabaya, Sabtu (6/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Starvision & Wahana Kreator mempersembahkan film 'Dua Garis Biru' yang akan dirilis Kamis (11/7) mendatang.

Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Retna Ginatri S Noer atau yang kerap dikenal Gina S Noer.

Secara garis besar, Gina menerangkan, 'Dua Garis Biru' memotret kehidupan dua pasangan remaja yaitu Bima (diperankan oleh Angga Yunanda) dan Dara (diperankan oleh Zara JKT48).

Mereka berdua terpaksa melepas kesenanga masa muda dan berhadapan dengan masalah yang melibatkan kedua keluarga karena Dara hamil setelah berhubungan badan dengan Bima.

"Saya berharap, semoga setelah menonton film ini, masyarakat bisa bersama-sama lebih bijak dalam menentukan pilihan hidup yang krusial," tutur Gina seusai melangsungkan meet and greet 'Dua Garis Biru' di Royal Plaza Surabaya, Sabtu (6/7).

Setalah film ini pula, lanjutnya, semoga masyarakat lebih terbuka terhadap diskusi mengenai pilihan dalam hidup.

Dinda Ayudhia Pramesty Sebut Membentuk Citra Positif Bonek Tak Perlu Muluk-muluk

Wanita Pemilik Akun Facebook Aida Konveksi Kembali Diperiksa di Polres Blitar Kota, Ia Berkata ini

Dian Bokir: Hidup dari Filosofi Tari, Ikuti Audisi Asian Got Talent di Malaysia

Dalam menulis kisah ini, Gina memerlukan banyak pertimbangan dalam menentukan akhir cerita.

"Saya mulai menggarap naskah 'Dua Garis Biru' sejak 2009, berarti prosesnya sekitar sembilan tahun. Saya menimbang bagaimana akhir yang terbaik bagi cerita ini," tutur Gina kepada Tribunjatim.com.

Akhir yang baik dalam cerita ini, lanjutnya, bukan hanya mengenai dua tokoh utama melainkan dua keluarga.

"Saya butuh menimbang bahwa 'ini' merupakan keputusan yang paling bijaksana dan hal ini butuh proses pendewasaan diri saya sebagai orang tua sekaligus film maker," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved