Sering Nyeri Pada Usia Lanjut Tak Boleh Diremehkan, Ini Penjelasan Dokter Prodia Surabaya

l, menurut dokter spesialis fisik dan rehabilitasi RSUD Dr Soetomo dan Klinik Prodia, dr Dewi Masrifah Ayub SpKFR, nyeri yang terlalu sering

Sering Nyeri Pada Usia Lanjut Tak Boleh Diremehkan,  Ini Penjelasan Dokter Prodia Surabaya
Tribunjatim/christine Ayu N
Dokter spesialis fisik dan rehabilitasi RSUD Dr Soetomo dan Klinik Prodia, dr Dewi Masrifah Ayub SpKFR 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nyeri yang sering dirasakan oleh kaum lanjut usia, biasanya dianggap normal oleh sebagian orang.

Padahal, menurut dokter spesialis fisik dan rehabilitasi RSUD Dr Soetomo dan Klinik Prodia, dr Dewi Masrifah Ayub SpKFR, nyeri yang terlalu sering jika dibiarkan berpotensi menganggu psikis.

"Terkadang, sering nyeri yang terjadi pada pasien lanjut usia dianggap normal. Keluarganya pun memaklumi karena merasa bahwa penyakit tersebut wajar menyerang mereka (para lansia)," tutur Dewi selepas mengisi seminar Klinik Prodia 'Nyeri, Bagaimana Penanganannya?' di Atrium TP 6 Surabaya, Sabtu (6/7).

Nyeri yang tidak segera diatasi, tutur Dewi bisa menimbulkan berbagai masalah, di antaranya menyebabkan gangguan tidur.

"Kalau tidurnya sudah terganggu, bisa menganggu psikis seseorang, akibatnya aktivitas bisa menurun," jelas Dewi kepada Tribunjatim.com.

Meet and Greet Dua Garis Biru di Royal Plaza Surabaya, Ajak Penonton Memilih Hidup Secara Bijak

RSUD Dr Soetomo Segera Bangun Gedung Hospice, Rumah Sakit Kecil Ada Dokter dan Perawat

Lagi Viral, Penghancuran HP Pakai Palu di MAN 3 Jombang, Ini Komentar Pihak Sekolah

Kalau sudah mengeluhkan sampai mengganggu tidur, berarti nyerinya sudah mencapai fase lanjut dan Dewi menyarankan untuk segera ke dokter.

"Kondisi nyeri biasanya mulai kerap terjadi pada wanita yang manopouse dan pria di atas sekitar 60 atau 70 tahun," ungkapnya.

Nyeri, tutur Dewi artinya perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh tubuh. Nyeri pada lansia, paling sering terjadi pada lutut, punggung, dan karena penyakit tulang belakang atau osteoporosis.

"Kalau nyerinya terjadi dalam sehari atau dua hari barangkali bisa dianggap normal. Tapi . Tapi kalau kronis misalnya sampai tiga bulan, harus segera diperiksakan," tutur Dewi kepada Tribunjatim.com.

Tapi, lanjutnya, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter sejak dini, jangan sampai terjadi nyeri kronis.

Bagi para lansia, Dewi menyarankan untuk mencegah terjadinya nyeri yang umum mereka rasakan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan agar terhindari dari nyeri antara lain yaitu melakukan aktivitas sehari-hari, latihan fisik, dan memenuhi nutrisi gizi seimbang dalam tubuh.

"Aktivitas yang dilakukan disesuaikan dengan kapasitas. Kalau latihan, bisa yang ringan seperti jalan pagi, sepeda statis, atau berenang kalau mampu," tutur Dewi.

Kalau merasa nyeri, lanjutnya, bisa pula melakukan latihan fisik yang disesuaikan dengan titik nyeri.

"Misalnya kalau keluhannya di lutut, bisa latihan otot paha. Kalau sakitnya di punggung bisa fokus area perut dan punggung," lanjutnya. (Christine Ayu/Tribunjatim.com)

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved