Parpol Jatim Ajukan 41 Gugatan, Pengamat: MK Over Kapasitas, Kecurangan Berpotensi Makin Canggih

Setidaknya sebanyak 11 partai politik di Jawa Timur mengajukan gugatan sengketa Pileg 2019 ke Mahkawah Konstitusi.

Parpol Jatim Ajukan 41 Gugatan, Pengamat: MK Over Kapasitas, Kecurangan Berpotensi Makin Canggih
Istimewa
Surokim Abdussalam, dosen komunikasi politik dan dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) . foto istimewa 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setidaknya sebanyak 11 partai politik di Jawa Timur mengajukan gugatan sengketa Pileg 2019 ke Mahkawah Konstitusi.

Tercatat, ada sebanyak 41 permohonan gugatan Pileg 2019 yanG diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Secara rinci terdiri dari 16 laporan pileg DPR RI, 3 laporan pileg DPRD Provinsi, dan 22 laporan pileg DPRD Kabupaten/Kota.

Partai Berkarya menjadi partai yang paling banyak mengajukan gugatan dengan total mencapai sembilan laporan (8 laporan untuk DPR RI dan 1 laporan untuk DPRD Kabupaten).

Sedangkan dari 16 partai politik peserta pemilu, hanya Partai Garuda, PKS, dan PSI, PBB, dan PKPI saja yang tak memasukkan gugatan PHPU Pileg sama sekali.

(Gugatan Prabowo-Sandiaga Ditolak Mahkamah Konstitusi, TKD Jatim: Tak Ada Lagi Cebong dan Kampret)

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam memprediksi Mahkamah Konstitusi akan mengalami over capacity dalam menanggani pengadilan sengketa hasil Pileg kali ini.

"Mahkamah Konstitusi akan mengadili, memutus dan mengabulkan perkara kecurangan yang keterlaluan dan masih sulit menjangkau dan mengungkap kasus kasus kecurangan yang tidak signifikan pada hasil sengketa," kata Surokim, pada Surya.CO.ID, Sabtu (6/7/2019).

Jika prediksinya terjadi benar, Surokim menyebut hal ini akan berdampak pada penyelenggaraan Pileg ke depan.  Pileg ke depan dinilai akan penuh kecurangan dan akan kian canggih.

"Kecurangan Pileg kali ini kemungkinan hanya bisa diungkap yang besar-besar saja dan rasanya tidak akan mampu menjangkau seluruh bentuk kecurangan pemilu legislatif yang kompleks dan merata," tambah pria yang juga akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura ini.

Terlebih bila melihat hasil sengketa Pilpres lalu, Mahkamah Konstitusi akan tetap pada polanya melihat kasus dengan prosedural berdasar fakta pembuktian. Padahal di sisi lain pembuktian di Mahkamah Konstitusi juga terbatas.

(11 Partai di Jatim Masukkan 41 Permohonan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk Sengketa Pileg 2019, Ini Daftarnya)

"Jadi prediksi saya akan banyak permohonan yang gagal dan tidak dikabulkan dan efeknya ke depan kecurangan Pileg akan tetap tinggi dan kian canggih," tandas Surokim.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved