Pasca Kasus Mutilasi, Petugas Gembok 79 Pintu di Pasar Besar Malang Tiap Sore, 4 Orang Jaga Pasar

Pasca Kasus Mutilasi, Petugas Gembok 79 Pintu di Pasar Besar Malang Tiap Sore, 4 Orang Jaga Pasar.

SURYA/RIFKY EDGAR
Petugas Wastib saat menutup dan mengunci pintu yang ada di Pasar Besar Kota Malang. Kini pengamanan di Pasar Besar mulai diperketat pasca kasus mutilasi yang terjadi pada Mei lalu, Minggu (7/7 

Tak hanya memperketat keamanan saja, pihaknya juga memberikan poster imbauan kepada masyarakat.

Imbauan itu bertuliskan larangan beristirahat terutama di parkiran, dan di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus mutilasi.

"Arahan dari Dinas seperti itu. Ya kami patuhi saja, meski jumlah petugas kami tak sebanyak dulu lagi yang tiap jaga itu mesti satu pleton," imbuhnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Wahyu Setianto memang telah memerintahkan para Wastib di Pasar Besar agar memaksimalkan penjagaan.

Hal itu dilakukan, untuk menghindari adanya anjal dan gepeng yang setiap kali beristirahat di lantai atas Pasar Besar.

Wahyu juga mengingatkan kepada para petugas untuk selalu mewaspadai gelagat orang-orang yang dianggapnya mencurigakan.

"Kami sudah mengingatkan kepada mereka agar pengamanan harus dimaksimalkan lagi. Karena kami tidak ingin kecolongan kembali," tandasnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved