Gunakan Warung Kopi Sebagai Kedok, Pria Ini Oplos dan Edarkan Miras di Gresik, Digerebek Polisi

Gunakan Warung Kopi Sebagai Kedok, Pria Ini Oplos dan Edarkan Miras di Gresik, Digerebek Polisi.

Gunakan Warung Kopi Sebagai Kedok, Pria Ini Oplos dan Edarkan Miras di Gresik, Digerebek Polisi
SURYA/WILLY ABRAHAM
Miras oplosan milik Sumardiono saat digerebek Polsek Driyorejo, Senin (8/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Gresik masih marak. Selain menjual barang tersebut, ternyata miras itu juga dibuat langsung di Gresik.

Anggota Polsek Driyorejo menggrebek langsung tempat pembuatan miras oplosan yang berupa warung kopi itu.

Sejumlah bahan baku miras oplosan berhasil diamankan beserta pelaku digelandang menuju Mapolsek Driyorejo.

Politisi Milenial dan Senior Bersaing Rebut Kursi Ketua DPRD Gresik, Ini Nama-namanya

Polres Gresik Pastikan Sosok yang Kepergok Melakukan Tindak Kejahatan akan Ditembak di Tempat

Motor Mungil GL Pro Versi Modifikasi Milik Pemuda Asal Gresik, Habiskan Puluhan Juta Buat Merangkai

Dalam aksinya, pelaku Sumardiono (43) warga Desa Sidodadi RT 03/RW 03, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang itu mencoba mengelabuhi petugas dengan menggunakan warung sebagai tempat pengoplosan.

Namun, upaya tersebut akhirnya terbongkar berkat informasi dari masyarakat.

Dari hasil penggeledahan tersebut, korps Bhayangkara menemukan sejumlah barang bukti di warung yang berada di Jalan Raya Desa Gadung RT 03/RW 04, Kecamatan Driyorejo.

Diantaranya, 16 botol miras oplosan berukuran 1 liter, 2 botol miras berukuran 1,5 liter. Kemudian, 1 ember yang digunakan untuk mengoplos, 1 gayung, 1 corong plastik dan 13 botol kosong berukuran 1 liter serta 4 botol kosong. Terakhir uang tunai Rp 240 ribu.

Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin menjelaskan, pengungkapan miras oplosan berawal dari informasi masyarakat. Bahwa terdapat sebuah warung yang menjual miras oplosan.

“Saat kami datang, yang bersangkutan sedang mengoplos miras, dia tidak bisa mengelak," ujar AKP Wavek, Senin (8/7/2019).

Lanjut Wavek, miras tersebut dibuat sendiri oleh Sumardiono. Dia memakai bahan baku soda berukuran 1,5 liter sebanyak 4 botol. Kemudian dicampur dengan air setengah galon dan diberi alkohol dengan kadar 96 persen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mardiono mengaku menjual miras itu tidak hanya di wilayah Driyorejo. Tapi sampai keluar daerah.

Akibat perbuatannya, pria asal Lawang itu melanggar Perda No 15/ 2002 junto Perda No 19/2004 tentang larangan minuman keras dan berakohol dan UU No 7/2014 Tentang Perdagangan pasal 24 dan pasal 106 UU No 8 tentang Perlindungan Konsumen tahun 1999 pasal 62 jo pasal 8.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved