Janjikan Korban Bekerja di Matahari Mall Royal Plaza, Eko Bergetar Saat Divonis Lima Bulan Penjara

Jalani sidang lanjutan, terdakwa Eko Wahyudi bergetar selama mendengarkan pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Janjikan Korban Bekerja di Matahari Mall Royal Plaza, Eko Bergetar Saat Divonis Lima Bulan Penjara
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Eko Wahyudi saat jalani sidang putusan atas kasus dugaan penipuan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin, (8/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jalani sidang lanjutan, terdakwa Eko Wahyudi bergetar selama mendengarkan pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Dia hanya tertunduk matanya terpejam.

Pria paruh baya itu terbukti melakukan penipuan terhadap Robet Setyo Budi. Dia divonis selama lima bulan penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman lima bulan penjara," kata ketua majelis Dede Suryaman saat bacakan amar putusan, Senin, (8/7/2019).

Berbelit Belit, Keterangan Herman Sutjiono Terdakwa Kurir Sabu 3 Kilogram Membuat Hakim Geram

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Damang Anubowo yang menuntut tujuh bulan penjara. Dalam pembelaannya terdakwa meminta keringanan lantaran menjadi tulang punggung keluarga.

"Saya tulang punggung keluarga yang mulia. Saya minta keringanan, saya menyesal," akuinya. Menanggapi putusan tersebut terdakwa mengaku menerima.

Mulanya pada tanggal 9 April 2019, Terdakwa Eko Wahyudi ini mengaku sebagai orang kepercayaan di Matahari di Mall Royal Plaza Surabaya dan memperkenalkan diri dengan nama Joko.

Terdakwa Kurir Sabu Menangis dalam Pembelaannya, Mengaku Ditipu Suaminya Sendiri Mengantar Sabu

Dia yang dulunya bekerja di perusahaan ekspedisi menjanjikan Robet bisa menjadi karyawan Matahari hanya modal fotokopi KTP saja. Selanjutnya terdakwa Eko berpura-pura masuk ke dalam Matahari.

Tak lama kemudian terdakwa keluar untuk menemui korban Robet dan mengatakan bahwa dirinya sudah diterima sebagai pegawai Matahari.

Sehingga langsung dilakukan interview dengan syarat tidak boleh membawa tas dan ponsel dan barang berharga dan menyuruh korban untuk memasukkan ponsel kedalam tas plastik yang sudah dipersiapkan oleh terdakwa dan terdakwa mengatakan akan membawa tas milik korban untuk disimpan di loker.

Robet menunggu terdakwa selama kurang lebih dua jam namun terdakwa tidak menemuinya, karena merasa ditipu akhirnya saksi melaporkan hal tersebut ke Pos Satpam Royal Plaza Surabaya.

Selanjutnya satpam Royal melakukan pengecekan dan melihat terdakwa membawa kantong plastik yang tidak ada label toko matahari selanjutnya dilakukan pemeriksaan  terhadap tas plastik tersebut dan berisi tas dan ponsel.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved