Pasien Hepatitis A Pacitan yang Jalani Perawatan Tinggal 3 Orang, Masa Kritis Penularan Terlewati

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar HS menegaskan bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Pacitan sudah terlewati.

Pasien Hepatitis A Pacitan yang Jalani Perawatan Tinggal 3 Orang, Masa Kritis Penularan Terlewati
(sumber : Kadinkes Pacitan)
Petugas Dinas Kesehatan memeriksa pasien Hepatitis A yang dirawat di Puskesmas Sukorejo. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar  Hari Santoso menegaskan bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Pacitan sudah terlewati.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Jatim jumlah total korban penderita Hepatitis A di Pacitan ada sebanyak 1.093 orang.

Namun dikatakan Kohar jumlah tersebut menyatakan sudah tidak ada penambahan korban baru yang menderita Hepatitis A. Hanya saja ada warga yang terkena Hepatitis A namun baru terdata. Bahkan ia menegaskan bahwa masa kritis penularan Hepatitis A di Pacitan sudah terlewati.

"Secara angka saat ini tidak ada penambahan. Kalaupun angkanya bertambah dari data terakhir tapi tidak ada penularan baru, hanya warga yang sebelumnya belum masuk data," kata Kohar Hari Santoso kepada Tribunjatim.com, Senin (8/7/2019).

Sedangkan untuk pasien Hepatitis A di Pacitan yang masih menjalani perawatan tinggal tiga orang saja. Dalam waktu sepekan ke depan ini warga tersebut diharapkan sudah bisa kembali pulang dan sehat.

Antisipasi Hepatitis A, 197 Calon Jemaah Haji Asal Pacitan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Klasemen setelah MotoGP Jerman 2019, Raih Gelar ke-10 di Sachsenring, Marquez Makin Nyaman di Puncak

Bukan Amido Balde, Yunan Helmi Lebih Waspadai Strategi Djanur di Laga Persebaya Vs Barito Putera

Lebih lanjut dikatakan Kohar, penyebab utama merebaknya Hepatitis A di Kabupaten Pacitan adalah adanya pola hidup bersih dan sehat yang kurang dan lebih lagi terganggu karena adanya musim kemarau panjang.

Dikatakan Kohar, warga Pacitan masih banyak yang menggunakan MCK secara komunal. Hal ini menjadi faktor utama yang membuat virus Hepatitis A lebih banyak menular.

"Bahkan di musim kemarau begini mereka tidak mau buang air di kakus. Tapi mereka ke kebun dan menanam kotoran di tanah," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

Faktor kekeringan juga menjadi permasalahan.

Saat ini Pemprov Jawa Timur tengah menyalurkan bantuan air bersih besar-besaran ke Kabupaten Pacitan. Setidaknya ada sebanyak 250 rit mobil tangki air dengan masing-masing mobil berkapasitas 6.000 liter yang disalurkan ke desa-desa di Pacitan yang mengalami kekeringan.

Tidak hanya itu masyarakat juga dibantu sebnahak 42 tandon, 240 jurigen, dan kolam terpal untuk penyediaan air bersih warga dan juga untuk kebutuhan minum hewan ternak di sana.

Pemprov Jawa Timur berharap dengan adanya penyaluran air bersih, pola hidup bersih dan sehat warga masyarakat Kabupaten Pacitan bisa terus terjaga. Dan endemi Hepatitis A tidak terulang selama musim kemarau panjang ini.

Sebab di sejumlah wilayah di Pacitan yang mengalami kekeringan juga terdeteksi mengalami endemi Hepatitis A. Yaitu di kawasan utara seperti di Arjosari, hingga Tegalombo dan wilayah Timur di Sidomoro.(Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved