Terdakwa Kurir Sabu Menangis dalam Pembelaannya, Mengaku Ditipu Suaminya Sendiri Mengantar Sabu

Tak menyangka dirinya disidang lantaran menjadi kurir sabu, Terdakwa Noervita Aurelia Octaviani menangis dalam pembelaannya

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Noervati saat jalani sidang di Ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri Surabaya atas dugaan kepemilikan Narkotika, Senin, (8/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tak menyangka dirinya disidang lantaran menjadi kurir sabu, Terdakwa Noervita Aurelia Octaviani menangis dalam pembelaannya. Dia menangis histeris lantaran masih mempunyai anak berumur empat tahun.

"Saya mempunyai anak yang mulia," katanya sembari menangis terisak, Senin, (8/7/2019).

Beragendakan pledoi atau pembelaan, terdakwa kembali jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam pembelaan yang dibacakan oleh kuasa hukumnya, Fadlillah, Perbuatan Noervita dianggap tidak terbukti.

Puluhan Mahasiswa Unsuri Surabaya Berdemo, Tuntut Kejelasan Pemecatan Rektor dan Dekan Oleh Yayasan

"Keberatan atas tuduhan itu karena tidak terbukti karena terdakwa tidak melakukan transaksi. Saat itu terdakwa mendapat perintah dari suaminya ke rekannya," terang kuasa hukumnya.

Sebelumnya, wanita berkacamata ini dituntut enam tahun penjara serta dijatuhi denda sebesar Rp 1 miliar subsider empat bulan oleh jaksa.

Mendengar pembelaan ini ketua majelis Dede Suryaman menunda hingga satu minggu untuk tanggapan JPU Damang.

"Kita lanjutkan untuk jawaban jaksa sampai tanggal 15 Juli 2019," terang ketua majelis.

Calon Jemaah Haji Mulai Tukarkan Rupiah ke Mata Uang Arab Saudi, Pecahan 1 Riyal Paling Dicari

Diketahui, kejadian ini bermula pada 14 Februari 2019 lalu. Terdakwa Noervita ditangkap oleh petugas kepolisian di warung kopi D Javu, Banyu Urip, Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan enam plastik sabu masing-masing seberat 0,38 hingga 0,69 gram yang ditemukan di selip jepit rambutnya.

Dia mengaku bahwa dirinya dari Lukman, suaminya sendiri. Dan hendak dijual seharga Rp 200 ribu per poketnya. Oleh karenanya ia dijerat pasal 114 (1) UU RI 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved