Tukang Parkir Motor Khusus Pelajar di Kabupaten Blitar ini Edarkan Pil Koplo ke Para Siswa

Peredaran pil koplo di wilayah Kabupaten Blitar, sungguh mengkhawatirkan para orangtua.

Tukang Parkir Motor Khusus Pelajar di Kabupaten Blitar ini Edarkan Pil Koplo ke Para Siswa
via TribunKaltim
Ilustrasi Pil Koplo 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Peredaran pil koplo di wilayah Kabupaten Blitar, sungguh mengkhawatirkan para orangtua.

Sebab, tak hanya di kalangan pengunjung kafe, namun sudah merambah ke semua kalangan masyarakat.
Bahkan, tukang parkir pun, sudah yang ketangkap, karena diduga sebagai pengedar pil dobel L.

Salah satunya adalah Arif (17), yang biasa memarkir sepeda motor milik pelajar sebuah SMP negeri. Lokasinya, berada di sebelah barat Terminal Kesamben.

Ia ditangkap oleh petugas Satkoba Polres Blitar karena kedapatan memiliki pil dobel L sebanyak 136 butir. Itu ditemukan di dua tempat yang salah satunya, berada di rumahnya, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben.

"Dia, kami tangkap di lokasi tempat parkirnya. Saat itu, kami temukan pil sebanyak 40 butir, kemudian kami keler ke rumahnya, dan kami temukan 96 butir," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Narkoba.

Menurutnya, pelaku itu ditangkap pada Minggu (7/7) petang, saat nongkrong di tempat parkirnya. Saat itu, ia tak parkir karena liburan sekolah. Namun, karena ada informasi, kalau ia diduga sebagai pengedar pil koplo, akhirnya dicari petugas.

Dulu Diberi Pilihan Bisa Balikan Jika Mau Dipoligami, Maia Estianty: Buat Aku Poligami Tidak Lah

Terdakwa Kurir Sabu Menangis dalam Pembelaannya, Mengaku Ditipu Suaminya Sendiri Mengantar Sabu

Dana Pilkada Sidoarjo Berpotensi Dikepras, Infonya hanya Rp 45 Miliar

"Itu kami ketahuan karena sebelum ada pengakuan dari tersangka lain, yang lebih dulu ketangkap. Ia mengaku dapat barang dari dia (Arif)," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Untuk mencarinya, petugas menyanggongnya, di beberapa tempat yang biasa dipakai nongkrong. Terutama, di tempat-tempat atau di warung kopi, yang jadi tongkrongan anak muda. Sebab, selain ngopi, juga mencari pelanggan buat pemasaran pil koplonya.

"Ada dugaan, ia mengutamakan pelanggan dari pelajar. Caranya, anak-anak itu dikasih gratis dulu, begitu ketagihan, baru dipaksa beli, dengan harga Rp 10.000 per lima butir. Itu paket hemat, dengan istilah lima butir sudah bisa meledak (fly)," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Begitu diketahui akan melakukan transaksi, petugas menguntitnya. Yakin, ia sedang membawa barang, petugas langsung menangkapnya. Dan, saat digeledah ditemukan pil sebanyak 40 butir, yang disembunyikan di saku celana, dengan sudah siap diedarkan. Sebab, setiap paketnya berisi lima butir.

"Dia, nggak bisa mengelak. Hanya bilang, kalau dirinya disuruh seseorang, namun belum mengaku siapa orang yang menyuruhnya itu," paparnya.

Berikutnya, petang itu juga, ia dibawa pulang ke rumahnya, dan ditemukan pil sebanyak 96 butir, yang disimpan di laci meja kamar tidurnya. Katanya, itu beli dari seseorang yang diduga tetangga kecamatannya. Sekali beli, rata-rata 100 butir, dan itu bisa habis sehari.

"Orangtua harus waspada karena para pengedar itu mengincar anak-anak yang masih pelajar. Katanya, mereka masih mudah dibujuk rayu," pungkasnya.(fiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved