Ini Spesifikasi dan Kapasitas Kapal Bantu RS yang Dibuat PT PAL, Bisa Angkut 120 Kru & 163 Pasien

Ini Spesifikasi dan Kapasitas Kapal Bantu RS yang Dibuat PT PAL, Bisa Angkut 120 Kru & 163 Pasien.

Ini Spesifikasi dan Kapasitas Kapal Bantu RS yang Dibuat PT PAL, Bisa Angkut 120 Kru & 163 Pasien
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh saat mengisi sambutan di acara First Steel Cutting Kapal Bantu Rumah Sakit PT PAL Indonesia 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) PT PAL Indonesia yang hari ini dilaksanakan first steel cutting akan memiliki berat 7.300 ton.

Hari ini Selasa (9/7/2019) PT PAL Indonesia mengadakan first steel cutting BRS di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur.

BRS ini ditargetkan selesai pada Oktober 2021 dan segera dioperasikan.

Kapal Bantu RS Ini Bakal Punya Fungsi Ganda, Jadi RS Terapung Hingga Landasan Pacu Helikopter

First Steel Cutting Kapal Bantu RS Dimulai Hari Ini di PT PAL Surabaya, Ditarget Tuntas Oktober 2021

Siang Ini, PT PAL Akan Luncurkan Kapal Selam Buatan Sendiri Pakai Sistem Alih Teknologi dari Korsel

BRS dengan nomor pembangunan W000302 ini memiliki kapasitas khusus.

Dijelaskan Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh, pertama, BRS PT PAL Indonesia akan memiliki berat mencapai 7.300 Ton dengan panjang 124 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 6,8 meter.

BRS PT PAL Indonesia kali ini akan memiiki kapasitas sarat air 5 meter. Kapal ini didesain untuk dapat melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 14 knots dan kecepatan maksimum 18 knots.

"Dengan kapasitas demikian, BRS PT PAL Indonesia ini akan mampu membawa 120 orang kru, 16 orang helicopter crews, 89 staf kesehatan, 163 pasien, dan 280 orang personel yang dievakuasi," kata Budiman, Selasa (9/7/2019) di Aula Bengkel Fabrikasi - Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (PERSERO) Ujung - Surabaya, Jawa Timur.

BRS ini akan memiliki fungsi ganda, baik untuk pelayanan sipil maupun kapal bantu militer.

Terkait operasi sipil, jelas Budiman, BRS akan difungsikan untuk membantu dalam penyedia kesehatan sebagai rumah sakit terapung.

Sedangkan dari sisi militer, BRS ini akan memberi dukungan untuk diplomasi angkatan laut dan kerjasama internasional.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved