Jasa Raharja Santuni Korban Tenggelam di Telaga Sarangan Magetan, Ini Jumlahnya

Bupati Magetan Suprawoto serahkan santunan dari Jasa Raharja kepada keluarga almarhum Dodik Supriyanto, warga Kota Madiun yang tenggelam di Sarangan

Jasa Raharja Santuni Korban Tenggelam di Telaga Sarangan Magetan, Ini Jumlahnya
Surya/ Doni Prasetyo
Bupati Magetan menyerahkan santunan Jasa Raharja kepada Ny Lilik Surtiningsih (33) istri almarhum Dodik Supriyanto (41) warga Desa Tawangrejo RT02/RW04, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang tenggelam di Telaga Sarangan, Kamis (13/6) lalu. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Bupati Magetan Suprawoto serahkan santunan dari Jasa Raharja kepada keluarga almarhum Dodik Supriyanto (41), warga Kota Madiun yang tenggelam di Telaga Pasir, Sarangan, Kabupaten Magetan, Kamis (13/7).

Penyerahan santunan yang dilakukan Bupati Magetan disaksikan Kepala Cabang Jasa Raharja Putra, Jawa Timur Susilo, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan Venly Tomy Nicolas di ruang kerja Bupati Magetan, di Kantor Pemerintah Kabupaten Magetan, Selasa (9/7).

Total santunan yang diterima Ny Lilik Surtiningsih (33) istri almarhum Dodik Supriyanto, warga Desa Tawangrejo RT02/RW04, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun itu sebesar Rp 20 juta.

Almarhum Dodik Supriyanto, ditemukan satu jam kemudian setelah diketahui terpeleset masuk ke Telaga Pasir Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Menurut keterangan keluarga, tujuan Dodik Suproyanto, ke Telaga Pasir Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan untuk mengambil air telaga yang berada di Gunung Lawu itu, untuk mengobati sakit istrinya yang tak kunjung sembuh.

Upaya itu dilakukan, setelah almarhum sebelumnya bermimpi ketemu seseorang yang memintanya almarhum mengambil air Telaga Pasir, di lereng Gunung Lawu itu, untuk diminumkan kepada istri almarhum Dodik Supriyanto.

Pengumuman SBMPTN 2019, ITS Surabaya Terima 1.602 Calon Mahasiswa Baru, 135 Penerima Bidikmisi

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019, Tahun Ini Ada Yang Beda dan Digelar di 5 Kota

Resep Sehat CJH Tertua Se-Jawa Timur, Mbah Tiwa Persiapkan Fisik Berangkat Haji di Usia 103 Tahun

Almarhum Dodik Supriyanto ke Sarangan ditemani anak lelakinya. Sebelum mengambil air Telaga Pasir, korban bersama anaknya mengitari telaga untuk mencari tempat yang mudah untuk mengambil air telaga.

Korban bersama anak lelakinya sampai di Sarangan, sudah lepas sholat Ashar, atau sekitar pukul 16.00 an. Saat korban mengambil air, anak lelakinya menunggui di luar tembok Telaga Sarangan. Sedang korban berlarian mencari tangga masuk ke telaga.

Sayang begitu korban menapak.di tangga Telaga Pasir Sarangan, kakinya terpeleset dan Dodik Supriyanto langsung tercebir ke dalam telaga. Beberapa detik, korban masih terlihat tangannya menggapai gapai minta tolong.

Tapi karena waktu sudah memasuki sore, sekitar 16.35 an, tukang perahu maupun warga setempat yang mencari nafkah di sekitar telaga sudah banyak yang pulang, sehingga korban tidak ada yang memberikan pertolongan, sejumlah wisatawan juga hanya melihat dan teriak teriak.

Diakui atau tidak sebagai tempat wisata air, Sarangan tidak memiliki tim penjaga keamanan air, sehingga keamanan wisatawan di Sarangan sangat tidak terjamin. Tidak hanya itu, dari segi kenyaman wisatawan juga tidak pernah diperhatikan, sehingga tidak ada batas kuota pengunjung.

Bupati Magetan Suprawoto, saat penyerahan santunan, berjanji meningkatkan keamanan dk lokasi wisata Telaga Sarangan, sebagai antisipasi jatuhnya korban tenggelam saat berwisata di kawasan Sarangan. Namun, Bupati Magetan hampir tidak pernah menyinggung, jaminan kenyamanan wisatawan saat mengunjungi Sarangan. (Doni Prasetyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved