Naik Haji Jatim 2019

Keceriaan Nenek Tiwa CJH Tertua Se-Jawa Timur dari Pamekasan Madura, Usianya 103 Tahun

Tiwa dinobatkan Sistem Informasi dan Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) menjadi calon jamaah haji tertua se-Jawa Timur 2019 yang berusia 103 tahun.

Keceriaan Nenek Tiwa CJH Tertua Se-Jawa Timur dari Pamekasan Madura, Usianya 103 Tahun
Nur Ika/Tribunjatim
Nenek Tiwa asal Pamekasan Madura, calon jamaah haji tertua se-Jawa Timur 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiwa dinobatkan Sistem Informasi dan Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) menjadi calon jamaah haji tertua se-Jawa Timur 2019 yang berusia 103 tahun.

Saat ditemui di kamar Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Nenek Tiwa tampak sumringah menceritakan persiapan perjalanan haji.

Sembari duduk di kasur, Tiwa berpakaian seragam haji sibuk menata pakaian di dalam kopernya hijau miliknya.

Sementara beberapa rekan-rekan sesama calon jamaah haji hanya melihat, pasalnya Tiwa berangkat ke Tanah Suci seorang diri tanpa ditemani keluarganya.

"Siap, pakaian, permen, obat-obatan," kata Tiwa sembari tersenyum, Selasa sore (9/7/2019).

Senyum sumringah Tiwa menyiratkan penantiannya untuk berangkat ke Tanah Suci karena tahun ini menjadi pengalamannya pertama berhaji.

Calon Jamaah Haji Tertua Se-Jawa Timur, Nenek Asal Pamekasan iniNaik Haji di Usia 103 Tahun

Pengakuan Pria Jajakan Istri di FB, Sering Nonton Video BF, Ajak Istri Rasakan Sensasi Threesome

Hasil Persebaya Vs Barito Putera, Laga Berjalan Dramatis, Persebaya Ditahan Imbang Barito Putera 2-2

"Pertama, Le abit la kalopaen (pertama pergi haji, sudah lama daftarnya lupa waktunya)," kata nenek asal Beruh, Pamekasan.

Sesekali dirinya bercengkrama dengan rekan-rekan sesama calon jamaah haji di kamar Asrama Haji Sukolilo.

"Enggih, seneng mandher kuattah bedhe se adampingah (iya senang semoga kuat, ada petugas yang mendampingi," kata Tiwa, kepada Tribunjatim.com.

Tiwa menuturkan bahwa hajiannyab kali ini dibiayai oleh dua anak-anaknya yang sudah pernah pergi haji.

Dirinya pun bersyukur karena dua dari tiga anaknya telah berhaji bersama keluarga mereka. Dirinya pun tak mempermasalahkan baru berhaji di usia senja.

"Anak en a komphol e compok. Sehat, tak tao deghik ngengui kursi roda apa cak en pembimbing (anak saya kumpul di rumah. Sehat, tidak tahu nanti pakai kursi roda atau tidak apa kata pembimbing)," pungkas dia.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved