Khawatir Alami Trauma, Pemkot Surabaya Beri Dampingan Psikologis 9 Anak Kasus Video Pengeroyokan

Pemkot Surabaya, akan beri pendampingan khusus kepada seluruh anak yang terlibat kasus video pengeroyokan di Surabaya yang beberapa waktu lalu viral.

Khawatir Alami Trauma, Pemkot Surabaya Beri Dampingan Psikologis 9 Anak Kasus Video Pengeroyokan
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
screen shoot pengeroyokan anak perempuan oleh teman-temannya di surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot Surabaya), akan beri pendampingan khusus kepada seluruh anak yang terlibat kasus video pengeroyokan di Surabaya yang beberapa waktu lalu viral.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun mengatakan, Pemkot Surabaya melalui pihaknya, akan memberikan perlindungan kepada seluruh anak yang terlibat kasus video pengeroyokan tersebut.

"oh iya, mereka semua kan masih anak-anak. nanti kita ada pendampingan psikolog," ucapnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Selasa (9/7/2019).

KKP Kelas I Surabaya Sosialisasikan Serangan Panas untuk Calon Jemaah Haji, Simak Pencegahannya!

Pemkot Surabaya Bakal Ubah Kawasan Dolly Jadi Kampung Wisata, Ada Foto 3 Dimensi & Tempat Film

Pendampingan psikolog, ucapnya, akan diberikan kepada sembilan anak yang terlibat kasus tersebut, utamanya anak yang dalam video itu mengalami kekerasan.

Lantaran, ia tak menutup kemungkinan mereka mengalami tekanan dan trauma sebab kasus video pengeroyokan yang terjadi di Surabaya itu sempat viral di media sosial dan menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan.

"para pelaku juga mereka nyesel kok, mereka juga biar cepet berlalu karena anak-anak kasian ya. semakin gini kan mereka juga semakin tertekan," ucapnya menambahi.

Diketahui, beberapa waktu lalu sempat beredar video yang memperlihatkan adegan pengeroyokan oleh beberapa anak dengan usia belasan tahun di Surabaya.

Sebanyak sembilan anak perempuan diperiksa Unit PPA Polrestabes Surabaya, hasilnya mereka mengakui kebenaran kejadian tersebut.

"Mereka didampingi orang tuanya masing-masing menjawab pertanyaan penyidik. Membenarkan kejadian itu," kata AKP Ruth Yeni, Selasa (9/7/2019).

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved