Miftah Sabri Sebut Partai Gerindra Bisa Saja Gabung dengan Jokowi: Semua Bisa Terjadi di Politik

Miftah Sabri beri pendapat soal isu beredar bahwa Partai Gerindra akan turut menjadi pendukung Jokowi, bagaimana tanggapannya

Miftah Sabri Sebut Partai Gerindra Bisa Saja Gabung dengan Jokowi: Semua Bisa Terjadi di Politik
tayangan Youtube Kompas TV
Politisi Partai Gerindra, Miftah Sabri angkat bicara soal banyak kabar yang beredar bahwa partainya akan turut menjadi pendukung presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNJATIM.COM - Politisi Partai Gerindra, Miftah Sabri memberikan tanggapan soal isu yang beredar bahwa partainya akan turut menjadi pendukung presiden terpilih Joko Widodo.

Pendapat itudisampaikannya saat Miftah Sabri menjadi satu dari sekian narasumber yang hadir di program acara Dua Arah Kompas TV, Senin (8/7/2019) malam.

Berawal dari pembawa acara yang menanyakan soal apakah Partai Gerindra sebagai oposisi akan bergabung dengan koalisi Jokowi.

Kemudian Miftah Sabri menjawab bahwa Partai Gerindra hingga kini belum menawarkan diri untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintah.

Jokowi Tegur Menteri ESDM dan Menteri BUMN Karena Penurunan Ekspor & Impor Migas: Hati-hati!

Deddy Sitorus Ditanya soal PDIP Minta Jatah Menteri Jokowi: Kalau Sama Orang Dalam, Masa Minta?

"Posisi Partai Gerindra dan Pak Prabowo clear ya. Sampai detik ini belum ada keputusan resmi partai," kata Miftah.

Kembali Miftah Sabri mempertegas penyataannya bahwa Partai Gerindra tidak pernah menawarkan diri untuk bergabung dalam koalisi Jokowi.

"Dan MK memenangkan Pak Jokowi. Artinya Pak Jokowi yang punya prerogatif itu. Secara clear saya sampaikan di sini bahwa Partai Gerindra tidak pernah menawar-nawarkan diri untuk bergabung dengan pemerintahan ini. Jadi clear bahwa posisi kami adalah Partai Gerindra masih berada di luar pemerintahannya Pak Jokowi," imbuh dia.

Lantas, Miftah Sabri menyinggung soal isu beredar soal rekonsiliasi antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto yang banyak dibahas masyarakat. Menurut Miftah, isu rekonsiliasi sekarang ini memiliki makna yang tidak tepat.

"Nah, belakangan kita melihat isu rekonsiliasi. Memang sebenarnya bekali-kali kami sampaikan tidak tepat karena kita tidak pernah ada konflik fisik ya," tegas dia.

Arief Poyuono Sebut yang Melahirkan Jokowi ke Tingkat Nasional Itu Gerindra Bukan Nasdem atau PKB

Prabowo Bertemu Jokowi Juli Ini, Faldo Maldini: Seperti Drama yang Dibuat-buat Sehingga Muncul Hero

Sehingga dijelaskan oleh Miftah, bahwa konteksnya kali ini adalah kompetisi politik antara pihak 01 dan pihak 02 yang mengharuskan mereka untuk tetap berpisah.

Halaman
123
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved