Usulan Untuk Membangun SMP Negeri di Batu 'Ditolak' Guru Sekolah Swasta, Penyebabnya ini

Usulan untuk membangun sekolah SMP negeri di Kota Batu tidak disetujui oleh guru-guru dari SMP swasta.

Usulan Untuk Membangun SMP Negeri di Batu 'Ditolak' Guru Sekolah Swasta, Penyebabnya ini
SURYA/WILLY ABRAHAM
Ilustrasi Siswa SMP Negeri 

 TRIBUNJATIM.COM, BATU - Usulan untuk membangun sekolah SMP negeri di Kota Batu tidak disetujui oleh guru-guru dari SMP swasta.

Beberapa waktu lalu, Pemkot Batu memang pernah mengusulkan akan dibangun SMP negeri di Kecamatan Junrejo.

Usulan ini untuk mengantisipasi siswa yang tidak kedapatan sekolah negeri karena sistem zonasi.

Namun, pembangunan sekolah negeri yang nantinya akan jadi SMPN 7 Batu ini banyak dikritisi oleh pihak sekolah swasta.

Apalagi tahun ajaran 2019 ini hampir semua sekolah swasta tidak bisa memenuhi pagu. Oleh karena itu pihak sekolah swasta minta dikaji ulang terkait pembangunan sekolah baru ini.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta, Takim mengatakan sesuai usulan pihak sekolah swasta, agar menunda pembangunan sekolah baru ini.

Raih Hasil Buruk Jelang Paruh Musim MotoGP 2019, Valentino Rossi Tepis Kabar akan Merombak Krunya

Pria dari Surabaya Jajakan Istrinya di FB, Pasang Tarif Rp 3 Juta, Kepergok Threesome dengan Istri

Bacaan Doa & Niat Puasa Senin-Kamis dalam Latin dan Arti Bahasa Indonesianya

"Kalau menolak ya bisa dikatakan iya, tetapi kami intinya lebih menekankan agar bisa mengevaluasi dulu sebelum dibangun," ungkap Takim saat menyampaikan usulan ini ke DPRD Kota Batu, Selasa (9/7).

Jumlah SMP Swasta di Batu ada 22 sekolah. Dari 22 SMP swasta ini hanya dua sekolah saja yang pagunya terpenuhi, sisanya lagunya masih belum tercukupi.

Semisal MTS Hasyim Asy'ari dari pagu 288, siswa yang mendaftar hanya 188 saja, dan masih kekurangan 100 siswa. Lalu ada SMP PGRI 1 masih 46 siswa yang mendaftar dari jumlah pagu 128 siswa.

"Ya bisa juga ini karena dampak adanya sistem zonasi. Padahal harapan kami siswa yang tidak diterima di sekolah negeri bisa sekolah di swasta. Ternyata tidak, harapan jauh dari kenyataan," tutur dia yang juga Kepala SMP Ahmad Yani kepada Tribunjatim.com. (Sun/Tribunjatim.com)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved