Cari Laba Terima Gadai Motor Pakai Akun FB, 2 Pria Malah Jual Lagi ke Orang Lain, Berujung Sidang

Cari Laba Terima Gadai Motor Pakai Akun FB, 2 Pria Ini Malah Jual Lagi ke Orang Lain, Berujung Sidang di PN Surabaya.

Cari Laba Terima Gadai Motor Pakai Akun FB, 2 Pria Malah Jual Lagi ke Orang Lain, Berujung Sidang
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Dua pesakitan Sulismono (kiri) dan Novan Syamsudin saat jalani sidang atas kasus penipuan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (10/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ingin cari untung dengan membuat akun facebook berjasa menerima gadai motor dua terdakwa Sulismono dan Novan Syamsudin, harus menerima batunya.

Keduanya disidang di Pengadilan Negeri Surabaya lantaran membawa lari motor milik saksi Suryanto yang sejatinya akan ditebus.

Ya, saksi Suryanto tergiur pada akun bernama Himalaya Rovspeed, sehingga menggadaikan motornya.

Pengakuan Lasmi, Istri yang Digadaikan Suami Sendiri di Lumajang, Rindu ke Anak yang Dijual Hori

Anak Jambret Kalung Ibu Kandung Sendiri, Sempat Minta Izin Pinjam Motor Tapi Tak Dibolehkan Orangtua

Tukang Parkir Motor Khusus Pelajar di Kabupaten Blitar ini Edarkan Pil Koplo ke Para Siswa

Tanpa bunga dan nota perjanjian hanya bermodal kepercayaan, Suryanto gadaikan motornya seharga Rp 1,5 Juta.

"Saya konfirmasi tanggal 11 maret 2019 akan menebus. Lalu saya kontak lagi tidak ada balasan. Saya pergi ke alamat sesuai KTP milik terdakwa Sulis ternyata palsu," ujar Suryanto saat memberikan kesaksian, Rabu, (10/7/2019).

Ternyata, setelah berhasil ditangkap, terdakwa menjual motor Yamaha Mio milik Suryanto seharga Rp 2,1 Juta di daerah Sukodono, Sidoarjo.

Sementara itu, di hadapan majelis hakim, terdakwa Sulis mengaku dirinya tidak membuat akun facebook tersebut. Akan tetapi terdakwa Novan lah yang membuat.

Namun, Novan berdalih dia membuat akun itu atas sepengetahuan rekannya itu. "Karena Novan juga punya hutang ke saya Rp 1,3 juta," kata terdakwa Sulis.

Dalam dakwaan diketahui, para terdakwa membuat akun tersebut bertujuan untuk menerima gadai sepeda motor. Dengan niat para terdakwa dapat menjual lebih mahal kepada pihak lain.  

Mereka menggunakan identitas palsu supaya orang yang menggadaikan motor kepada terdakwa tidak bisa mengetahui identitas asli mereka.

Kejadian ini bermula pada saksi Suryanto hendak menggadaikan motornya kepada akun facebook Himalaya Rovspeed.

Kemudian kedua terdakwa menyepakati harga senilai Rp 1,3 juta. Mereka bertransaksi di Area Parkir Graha Aparna ayani Tower C Graha Aparna A yani Tower C No. 416 Jl Siwalankerto Timur V / 35 Surabaya.

Empat hari berselang, keduanya menjual motor saksi ke Sukodono. Akibatnya, mereka dijerat Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved