Dukung Jokowi Masukkan Millenial Santri Jadi Menteri, IGGI Usulkan Figur Wasekjen PKB Masuk Kabinet

Dukung Jokowi Masukkan Millenial Santri Jadi Menteri, IGGI Usulkan Figur Wasekjen PKB Masuk Kabinet.

Dukung Jokowi Masukkan Millenial Santri Jadi Menteri, IGGI Usulkan Figur Wasekjen PKB Masuk Kabinet
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI), KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) mendukung keinginan Presiden Joko Widodo yang akan memasukkan politisi dan profesional milenial dalam jajaran kabinet berikutnya.

Secara spesifik, IGGI memiliki figur yang diusulkan.

Ketua IGGI KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengatakan, menteri muda diharapkan bisa membantu mempercepat pembangunan.

Jokowi Tegur Menteri ESDM dan Menteri BUMN Karena Penurunan Ekspor & Impor Migas: Hati-hati!

Deddy Sitorus Ditanya soal PDIP Minta Jatah Menteri Jokowi: Kalau Sama Orang Dalam, Masa Minta?

Jansen Tertawa Ditanya Mau atau Tidak Rekonsiliasi Tanpa Diberi Posisi Menteri, Nasdem Meledek

"Para menteri milenial ini yang nanti bisa menopang kerja Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf agar lebih cepat lagi memajukan bangsa," kata Gus Fahrur ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (10/7/2019).

Pengasuh pesantren An Nur I, Bululawang Malang ini mengatakan, kalangan nahdliyin (sapaan Jamaah Nahdlatul Ulama) juga memiliki politisi milenial. Figur ini siap untuk membantu kerja cepat pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Di antaranya, Lukmanul Khakim, pria yang kini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB.

"Beliau adalah tokoh yang moncer dan cakap. Dia muda alumni pesantren Denanyar Jombang serta dari keluarga santri," kata Gus Fahrur.

Kecakapan Lukmanul Khakim, kata Gus Fahrur juga bisa dilihat dari masuknya dia di urutan teratas hasil survei lembaga Arus Survei Indonesia (ASI).

Dalam survei yang digelar pada bulan 26-12 Maret 2019 itu, nama Lukman masuk dalam top 10 milenial yang layak masuk jajaran kabinet Jokowi.

Survei ASI digelar dengan menggunakan metode uji kelayakan dengan tiga tingkatan. Yakni, meta-analisis, forum group discussion dan penilaian para pakar. Pengambilan sample dilakukan dengan metode purposive sampling.

"Jadi kami tidak kaget ketika nama Lukman masuk dalam survei ASI. Dia pengalaman di eksekutif dan legislatif, pernah mendampingi menteri PDT dan Menristekdikti juga," kata Gus Fahrur.

Meski masih muda, Lukman saat ini juga sudah dinilai kaya pengalaman politik sehingga pergaulan lintas parpol juga sangat luas.

"Kalau disuruh milih, kami menginginkan Lukman bisa menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," kata Gus Fahrur.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved