Kementan Optimistis Pola Penanaman Bisa Mempercepat Stabilisasi Harga Cabai di Pasaran Jawa Timur

Kementrian Pertanian (Kementan) RI optimistis pola penanaman cabai memiliki penagruh besar dalam mempercepat stabilisasi harga cabai di pasaran.

Kementan Optimistis Pola Penanaman Bisa Mempercepat Stabilisasi Harga Cabai di Pasaran Jawa Timur
ISTIMEWA
Perkebunan cabai di wiliyah Jawa Timur yang menjadi fokus perhatian Kementan, Rabu (10/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementrian Pertanian (Kementan) RI optimistis pola penanaman cabai memiliki penagruh besar dalam mempercepat stabilisasi harga cabai di pasaran.

Beberapa pekan terakhir, harga cabai di beberapa sentra produksi mengalami kenaikan yang diakibatkan terbatasnya sumber air di dataran tinggi, dan kurang terawatnya pertanaman selama harga rendah waktu sebelumnya.

Faktor lainnya karena terhambatnya distribusi hasil panen dari daerah sentra ke nonsentra akibat mahalnya biaya jasa ekspedisi.

Kementan Dorong Ekspor, Kawasan Hortikultura Dikoneksikan dengan Pasar Dalam dan Luar Negeri

Direktur Pengolahan & Pemasaran Hasil Hortikultura, Taufik Yazid mengatakan kunci stabilisasi pasokan dan harga cabai itu ketersediaan di lahan dan kelancaran distribusi.

"Ini yang terus dikawal. Kalau pola tanamnya sudah teratur dan sesuai kebutuhan pasti stabilisasi harga dan pasokan cabai terjaga secara otomatis," ujar Taufik Yazid saat dikonfirmasi, Rabu (9/7/2019) malam.

"Harga cabai memang cenderung naik, tapi masih batas toleransi. Tentu kami tidak tinggal diam. Ya kondisi ini anggap saja bonus buat petani untuk mendapat untung guna menutupi utang akibat rendahnya harga cabai di musim tanam sebelumnya," imbuhnya.

Kementan RI Akan Distribusikan 611.500 Ekor Ayam ke 12.230 RTMP di Kabupaten Pamekasan

Dilain pihak Pelaksana Harian Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Mardhiyah Hayati saat dikonfirmasi menyebut kenaikan harga cabai tidak akan berlangsung lama.

"Hukum supply demand cabai pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar, meski dalam kondisi tertentu serjng terjadi anomali. Solusinya ya mengatur pola tanam untuk penyediaan yang merata dengan memperhitungkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah," ujar Mardhiyah Hayati.

"Jadi kalau ada pola tanam yang sudah ditetapkan, harus kita patuhi" imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved