Pasutri Ini Divonis Penjara 2 Tahun 3 Bulan Karena Nyabu di Rumah, Menangis Terisak Ingat 3 Anaknya

Pasutri Ini Divonis Penjara 2 Tahun 3 Bulan Karena Nyabu di Rumah, Menangis Terisak Ingat 3 Anaknya.

Pasutri Ini Divonis Penjara 2 Tahun 3 Bulan Karena Nyabu di Rumah, Menangis Terisak Ingat 3 Anaknya
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Sri Wuryaningsih tak kuasa menahan tangis setelah terbukti mengonsumsi sabu. Bersama suaminya terdakwa Endro Setiawan, pasutri ini divonis 2 tahun 3 bulan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menyesal lantaran konsumsi narkotika jenis sabu, terdakwa Sri Wuryaningsih tak henti-hentinya menangis di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Emak-emak asal Surabaya ini teringat dengan ketiga anaknya yang masih kecil.

Dia bersama suaminya Endro Setiawan divonis dua tahun tiga bulan karena terbukti mengonsumsi sabu seberat 2,88 gram di rumahnya.

13 Anggota Polisi Baru di Jombang Jalani Tes Urine Mendadak, Pastikan Bebas Narkoba, Ini Hasilnya!

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Sabu 11,5 Kg di Kaleng Cat, Pelaku Diciduk Polisi saat di Jakarta

Izin Buang Air Kecil Kelabui Polisi, Pengedar Sabu Tewas Tertabrak Truk saat Loncati Pembatas Tol 

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama masing-masing dua tahun tiga bulan," ujar ketua majelis R Anton Widyopriyono saat bacakan amar putusan, Rabu, (10/7/2019).

Mendengar vonis itu, terdakwa Sri menangis tersedu-sedu sehingga sang suami mengelus punggung istrinya tersebut. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU Damang Amubowo yang menuntut keduanya selama tiga tahun enam bulan penjara.

Hal yang meringankan pasutri ini bersikap sopan dan mengakui kesalahannya dan berjanji tidak mengulangi lagi. Menanggapi putusan itu, dengan berat hati Sri dan Endro mengaku menerima.

Sementara itu, penasehat hukumnya Moch Hamim menilai vonis yang dijatuhkan sepadan. Dalam pembelaanya pihaknya meminta pasutri ini direhabilitasi. "Karena memang sudah seharusnya dan hukumannya lebih ringan," tutur Hamim.

Diketahui, pasutri ini digerebek oleh petugas kepolisian berdasarkan informasi masyarakat di kediamannya di Jalan Pucangan, Surabaya pada 21 Februari 2019 lalu.

Setelah dilakukan penggeledahan maka ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) pipet kaca yang didalamnya berisi narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 2,88 gram dengan pipetnya, alat hisap atau bong, korek api dan sekrop dan sedotan plastik.

Saat diinterogasi, keduanya mengaku mendapatkan barang tersebut dengan cara membeli kepada DPO Ricky seharga Rp 80 ribu.

Keduanya terbukti melanggar pasal 114  ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved