Pemerintah Bakal Garap Kereta Gantung di Gunung Bromo, Mudahkan Akses Wisatawan Nikmati Sunrise

Pemerintah Bakal Garap Kereta Gantung di Gunung Bromo, Mudahkan Akses Wisatawan Nikmati Sunrise.

Pemerintah Bakal Garap Kereta Gantung di Gunung Bromo, Mudahkan Akses Wisatawan Nikmati Sunrise
ISTIMEWA/HUMAS TNBTS
Kondisi Gunung Bromo pada Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kawasan Gunung Bromo masih menjadi magnet sektor pariwisata yang mampu mendatangkan banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Jawa Timur.

Guna semakin meningkatkan layanan dan daya tarik objek wisata di kawasan Bromo - Tengger - Semeru, pemerintah bakal segera menyediakan sarana kereta gantung di Gunung Bromo.

Harapannya kereta gantung tersebut bakal memudahkan dan membuat nyaman para wisawatan yang datang ke Gunung Bromo untuk menikmati sunrise atau matahari terbit.

Pemprov Jatim Matangkan Rencana Bikin LRT di Ring Satu Industri Jatim, Bakal Ada KA Mirip Otobus

Khofifah Salurkan 200 Rit Air ke Ponorogo, Warga Sempat Harus Turun Bukit untuk Dapat Air Bersih

Khofifah Ajak Muslimat Doakan Indonesia Damai Pasca Pilpres, Lewat Selawat Burdah & One Day One Juz

Hal itu dijelaskan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (10/7/2019).

Pasalnya pengembangan kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru ini sudah masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

"Selama ini wisatawan yang ingin melihat sunrise harus berangkat jam 02.00 dini hari dan akses jalannya sangat kecil untuk menuju ke atas. Menurut kepala Bappenas, investor dari Swiss siap untuk support, kebetulan Swiss juga memiliki pengalaman cukup advanced untuk menyiapkan kereta gantung," kata Khofifah.

Tidak hanya itu, pemerintah kini juga tengah merumuskan untuk memperluas akses untuk bisa menuju ke kawasan wisata Gunung Bromo. Diantaranya adalah perluasan akses dan pendalaman kedalaman pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo.

Ini lantaran potensi menangkap wisatawan dari pelabuhan tersebut cukup besar. Bahkan, saat ini kapal pesiar The Cruise cukup sering singgah di pelabuhan tersebut.

Jika akses diperluas di titik tersebut maka wisatawan bisa diarahkan untuk menikmati pariwisata di kawasan Gunung Bromo.

"Jadi, ini akan nyambung dengan wisata Bromo-Tengger-Semeru. Harapannya jika kapal tersebut sudah masuk ke Probolinggo, maka dia akan masuk juga ke Pelabuhan Kalianget di Sumenep. Di Kalianget, ada wisata Gili Labak yang tidak kalah indahnya dengan Raja Ampat, kemudian disana juga ada Pulau Gili Iyang yang kadar oksigennya nomor dua terbaik di dunia," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved