Petugas Pasang Papan Dilarang Berjualan di Zona Merah di Kota Batu, PKL Harus Tahu

erlahan-lahan Pemkot Batu memberikan sosialisasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Batu. Satu di antaranya dengan memasang papan larangan.

Petugas Pasang Papan Dilarang Berjualan di Zona Merah di Kota Batu, PKL Harus Tahu
istimewa
Tim Satpol PP Batu memasang papan larangan berjualan untuk PKL. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Perlahan-lahan Pemkot Batu memberikan sosialisasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Batu. Satu di antaranya dengan memasang papan larangan.

Papan larangan di dipasang di zona merah. Di papan larangan itu bertuliskan 'Dilarang berjualan di jalan protokol, trotoar, jalur hijau, fasilitas umum'.

Adapun sanksi yang diberikan adalah sesuai Perda no 5 tahun 2005 tentang pengaturan dan penertiban PKL.

Plt Kepala Satpol PP Batu M.Adhiem mengatakan papan larangan ini termasuk bagian dari sosialisasi kepada pelaku usaha.

"Kami tidak ingin masalah PKL ini jadi hal yang tidak ada habisnya. Dengan papan larangan ini, kami juga turut mensosialisasikan kepada pedagang, pelaku usaha, agar berjualan di tempat seharusnya," kata Adhiem, Rabu (10/7).

Ia menyebutkan zona merah itu seperti di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Ir Soekarno. Kebanyakan memang jalan protokol, yang banyak dilalui kendaraan dan pusat Kota Batu. Selain itu, papan larangan berjualan juga langkah penertiban kepada PKL.

Buaya Jebol Atap Rumah di Kedungkandang Malang Bikin Warga Geger, Sempat Viral di Facebook

Pria Bertopeng Pembacok Ibu Muda Tulungagung Ditangkap, Masih di Bawah Umur, Ketahuan Saat Buka baju

Barbie Kumalasari Disebut Sering Video Call dengan Mantan Suami, Bagus Saputra Mengaku Dipancing

"Satu persatu kami tuntaskan masalah PKL ini, bertahap. Kami juga memberikan surat peringatan kepada PKL, sekali, dua kali, sampai tiga kali baru kami tindak," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Beberapa PKL memilih berjualan di tengah kota karena tempat yang strategis. Seperti yang diungkapkan Mardi, PKL makanan, yang lebih memilih berjualan di Jalan Diponegoro karena dekat dengan tempat penginapan.

"Lebih baik nunggu diusir saja mbak dari pada pindah tempat. Karena berjualan di sini banyak yang beli. Kadang ya pindah di sekolah-sekolah," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Ia berharap Pemkot Batu mampu memberikan wadah bagi PKL agar tetap bisa berjualan di tempat yang ramai. Dan tempat yang ramai itu adalah di jalan protokol. (Sun/Tribunjatim.com)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved