Atlet Pencak Silat Kabupaten Trenggalek Diarak, Berhasil Raih 2 Medali Emas dan 1 Perak

Kabupaten Trenggalek berhasil membawa pulang 2 medali emas dan 1 medali perak untuk cabang olahraga pencak silat dalam Pekan Olahraga Provinsi

Atlet Pencak Silat Kabupaten Trenggalek Diarak, Berhasil Raih 2 Medali Emas dan 1 Perak
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Atlet pencak silat Trenggalek yang berhasil meraih medali di ajang Porprov Jatim diarak di Trenggalek, Kamis (11/7/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek berhasil membawa pulang 2 medali emas dan 1 medali perak untuk cabang olahraga pencak silat dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

Dua emas itu disumbangkan Aditya Eka Firmansyah untuk kelas D Puta dan Fatna Resty Fannesa di kelas B Putri.

Sementara satu mendali perak disumbangkan Zakiyya Surya Nada.

"IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Trenggalek mengirimkan 3 atlet saja dalam Porprov dan hasilnya 2 emas 1 perak. Ini yang patut kita syukuri ketiga-tiganya meraih prestasi," ungkap Sigit Agus Hari Basuki, Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek kepada Tribunjatim.com, Kamis (11/7/2019).

Atlet-atlet itu diarak dari perbatasan Trenggalek-Tulungagung menuju tengah kota.
Atlet peraih medali diarak berdiri di atas mobil jeep. Mereka disambut oleh warga Trenggalek secara meriah.

Sigit bilang, prestasi itu tak lepas dari kerja keras dan pembinaan yang dijalankan selama ini.
Capaian itu memenuhi target yang dipatok sebelumnya.

Hasil Persela Vs Kalteng Putra, Alex Dos Santos Cetak Hat-trick, Persela Raih Kemenangan Perdana

Lahan Tebu di Tol Pandaan Malang KM 85 Terbakar, Asap Hitam Hampir Tutupi Bagan Tol

Legenda Motor Benelli Hadir di Sidoarjo, Motor Khas Itali Jaman Kuno

Kiprah atlet pencak silat asal Trenggalek memang patut diperhitungkan. Dalam ajang Pra-PON 2016, kata dia, kabupaten itu meraih juara umum.

Selain itu, jam terbang para atlet pencak silat Trenggalek juga cukup tinggi. Sigit bilang, mereka kerap mengikuti berbagai ajang kejuaraan. Baik tingkat provinsi, maupun nasional.

"Kami memahami ada kejuaraan-kejuaraan mayor atau kejuaraan besar yang harus kita ikuti karena disitulah prestasi puncak seorang atlet," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Namun untuk dapat menuju sana, seorang atlet harus memiliki pengalaman tanding di even-even minor atau kelas yang lebih bawah.

Dengan begitu, Sigit berharap, tradisi prestasi cabor pencak silat Trenghgalek bisa ukir sejak lama. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved