Cerita Wanita Probolinggo Bisa Berangkat Haji, Nabung Rp 20 Ribu Tiap Hari dari Hasil Jualan Nasi

Cerita Wanita Probolinggo Bisa Berangkat Haji, Nabung Rp 20 Ribu Tiap Hari dari Hasil Jualan Nasi Kuning di Sekolah.

Cerita Wanita Probolinggo Bisa Berangkat Haji, Nabung Rp 20 Ribu Tiap Hari dari Hasil Jualan Nasi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Calon Jemaah Haji asal Probolinggo, Tipah, yang berangkat haji karena jualan nasi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Demi memenuhi panggilan Allah, Calon Jemaah Haji (CJH) bernama Tipah berusaha menabung Rp 20 ribu setiap harinya.

Bagi sebagian orang, nilai uang tersebut tidak terlalu besar namun bagi Tipah uang tersebut sangat bernilai sebagai penghasilan jualan nasi kuning.

Calon jemaah haji asal Probolinggo ini bercerita setiap hari berjualan nasi kuning di depan MI Alas Tengah Besuk, Probolinggo.

Lepas 1232 Calon Jamaah Haji, Wali Kota Malang Sutiaiji Titip Doa agar Pemimpinnya Amanah

Pingin Rujak Saat Haji, CJH Asal Pamekasan Madura Ini Bawa Cobek, Ulek-ulek dan Buah Mangga

656 Calon Jamaah Haji Situbondo Ikut Manasik Haji, Ratusan Orang Sakit dan Beresiko Tinggi

Satu bungkus nasi kuning diwadah mika dijual seharga Rp 1.000 saja, sebab pembelinya kalangan anak-anak sekolah.

"Saya jualan setiap hari ya di depan sekolah anak-anak kecil. Dapatnya Rp 20 ribu, ditabung sedikit-sedikit terus disetor ke Pak Haji Syaiful," kata Tipah (50) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo, Surabaya Kamis (11/7/2019).

Tipah mengaku, berhaji merupakan keinginannya dan suami sejak lama. Terhitung pada tahun 2010 dirinya mendaftar haji.

Keduanya kemudian menyisihkan uang Rp 20 ribu untuk tabungan berangkat haji.

Sementara, setiap hari suami Tipah bekerja sebagai pemulung yang mencari kardus. Dari penghasilan keduanya, mereka berniat menunaikan haji ke Tanah Suci.

"Suaminya saya jam 06.00 WIB pagi sudah cari kardus, sampai jam 16.00 WIB. Dikumpulkan berdua, nabung masing-masing Rp 20 ribu. Keinginananya itu sudah lama," kata dia.

Namun, impiannya untuk berhaji dengan sang suami harus dikubur dalam-dalam. Sebab pada tahun 2018 lalu suami Tipah terlebih dulu meninggal dunia.

Tipah yang kini masuk pada kelompok terbang (kloter) 14 berangkat haji seorang diri, karena dari pernikahannya dia mengaku tidak dikaruniani anak.

"Siap, Insyallah sudah siap, sehat Alhamdulillah," pungkas dia.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved