Kasus Mayat Dalam Koper, Dua Tersangka Mutilasi Guru Honorer Tulis Surat Permintaan Maaf

Aris Sugianto dan Ajis Prakoso dua tersangka kasus mutilasi dengan korban Budi Hartanto guru honorer dan instruktur tari Sanggar CK Dance di Kediri

Kasus Mayat Dalam Koper, Dua Tersangka Mutilasi Guru Honorer Tulis Surat Permintaan Maaf
(Surya/Didik Mashudi)
Aris Sugianto dan Ajis Prakoso memperlihatkan surat permintaan maaf dari balik sel tahanan kepada orangtua Budi Hartanto, Kamis (11/7/2019). 

"Kami sebagai penasehat hukumnya akan memperjuangkan hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Mudah-mudahan majelis hakim dan jaksa mempertimbangkan," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Taufik menjelaskan peristiwa pembunuhan yang menimpa korban Budi Hartanto akibat adanya permulaan sebab dan akibat. "Nanti kita buktikan di persidangan," jelasnya.

Selanjutnya kedua tersangka bakal dititipkan di Lapas Kota Kediri selama 20 hari kedepan. Kemudian jaksa penuntut akan mengajukan jadwal persidangannya.

"Surat permohonan maaf ini akan kami sampaikan kepada majelis hakim agar menjadi pertimbangan dalam memutuskan perkaranya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya Aris Sugianto dan Azis Prakoso ditahan setelah menghabisi Budi Hartanto yang menuntut upah
"servisnya" kepada Aris. Karena tersangka Aris tidak memberikan uang sesuai janji awalnya.

Kedua pasangan sejenis itu kemudian terlibat cek cok yang kemudian dilerai oleh Azis Prakoso. Namun Azis malah dibacok korban dan dibalas dengan bacokan hingga akhirnya korban meninggal.

Selanjutnya kedua pelaku membuang mayat korban dengan dimasukkan dalam koper dan dibuang di Sungai. Sedangkan kelama korban dibuang di Dam Kras.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved