Pemkab Gresik Dapat Penghargaan Pastika Parama dari Kemenkes RI Berkat Perda KTR

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pemkab Gresik Dapat Penghargaan Pastika Parama dari Kemenkes RI Berkat Perda KTR
Willy Abraham/Tribunjatim
Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, bertepatan dengan puncak Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang berlangsung di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (11/07/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Penghargaan ini berkat perda nomor 4 tahun 2015 tentang penerapan kawasan tanpa rokok (KTR).

Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, bertepatan dengan puncak Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang berlangsung di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (11/07/2019).

Penghargaan yang diberikan Kemenkes RI tersebut berupa penghargaan Pastika Parama yang merupakan penghargaan tertinggi di level nasional.

Terdapat lima Provinsi dan 29 Kabupaten dan Kota yang menerima penghargaan Pastika Parama. Di Jawa Timur hanya ada Kabupaten Gresik, Kabupaten Ngawi, Kota Mojokerto serta Kota Surabaya.

"Alhamdulillah, hari ini Pemkab Gresik diapresiasi dan diberikan penghargaan oleh Kemenkes RI berupa penghargaan Pastika Parama," ujar Wabup Qosim saat didampingi plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Endang Poespitowati kepada Tribunjatim.com.

Wabup menjelaskan, Gresik dinilai mumpuni dalam menetapkan dan juga mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok dan kebijakan pengendalian konsumsi tembakau untuk membiasakan hidup sehat bagi masyarakatnya.

"Pak Bupati Gresik beserta jajaran di pemerintah kabupaten Gresik memang memiliki komitmen kuat, sehingga dibentuklah Perda terkait dengan Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Rokok. Apalagi saya dan Pak Bupati sama-sama tidak merokok. Kebiasaan ini yang kami contohkan kepada siapapun," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Perda yang diterapkan di Kabupaten Gresik, kata Wabup, adalah Perda nomor 4 tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas rokok. Kemudian diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 40 tahun 2015 tentang peraturan pelaksanaan perda.

"Pencapaian yang diterima Pemkab Gresik pun tak terlepas dari bimbingan Bapak Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, kolaborasi OPD dan dukungan dari masyarakat Gresik," imbuhnya.

Kenalan di FB, Kuli Bangunan di jember ini Cabuli Anak 13 Tahun, Ketahuan Tertidur di Kandang Ayam

Truk Muatan Minyak Terguling di Mojokerto, Sejumlah Kendaraan Tergelincir Minyak Goreng

Terancam 5 Tahun Penjara, Wanita Penghina Lambang Negara di Blitar akan Diperiksa Pekan Depan

Sementara itu, plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Endang Poespitowati mengungkapkan, bahwa pelaksanaan terhadap implementasi Perda KTR tersebut meliputi sosialisasi ke institusi pemerintah dan sekolah, pembentukan tim pemantau Perda begitu juga ke pemangku kebijakan baik dari instansi pemerintah maupun sekolah untuk implementasi Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Rokok

"Mudah-mudahan dengan adanya upaya pemerintah yang peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan Perda KTR ini dapat meminimalisir dampak penyakit yang ditimbulkan dari rokok," jelasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved