Petani Nganjuk Kenalkan BAMELE, Hasilkan 17 Ton Bawang Merah Tanpa Pestisida Bonus 10 Ton Lele

Petani Bawang Merah Nganjuk punya sistem baru untuk menghasilkan bawang merah berkualitas tanpa pestisida, yakni dengan memelihara lele.

Petani Nganjuk Kenalkan BAMELE, Hasilkan 17 Ton Bawang Merah Tanpa Pestisida Bonus 10 Ton Lele
Istimewa
Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi bersama rombongan saat mengunjungi pertanaman bawang merah milik Susanto, satu di antara petani asal nganjuk yang menerapkan metode BAMELE 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong para petani terus meningkatkan inovasi demi menghasilkan komoditas yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal ini sudah mulai tampak di Kabupaten Nganjuk, dalam hal ini budidaya bawang merah.

Di Nganjuk petani telah sukses memakai metode budidaya yang unik dalam membudidayakan bawang merah, yakni dengan menggabungkan usaha tani bawang merah bersamaan dengan budidaya ikan lele.

Petani setempat menyebutnya metode BAMELE alias Bawang Merah dan Lele.

(Petani Muda di Batu Kurang, Pemkot kini Giat Sasar Pemuda di Kota Batu)

Dengan metode ini, petani Nganjuk mengklaim menikmati keuntungan ganda

Susanto, petani asal Dusun Padangan Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu petani yang mencoba teknik BAMELE di lahan bawang merah miliknya.

“Ini cara budidaya nonpestisida, tidak pakai bahan kimia karena di bawahnya ada lele. Untuk pengendalian hama kami gunakan lampu light thrap dan pengendali hayati," ucap Susanto.

"Jadi produk bawang merah kami sehat dan aman dikonsumsi. Buktinya, ikan lele bisa hidup dengan baik," tambahnya.

Dia ditemui Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi bersama rombongan saat mengunjungi area pertanaman bawang merah.

Menurut Susanto, budidaya dengan metode BAMELE ini sangat sederhana dan benar-benar mengoptimalkan lahan.

Petani membuat semacam saluran air selebar 40 cm di sekeliling lahan tanam bawang merah.

Saluran air ini kemudian ditebar bibit lele berukuran diameter kepala 6 sampai 7 mili. Tiap hektarnya petani bisa membudidaya 132 ribu ekor lele bersamaan dengan membudidaya bawang merah.

Lele pun bisa dipanen bersamaan dengan panen bawang merah, yakni  60 sampai 70 hari.

(Pompa Air Bertenaga Sepeda Ringankan Kerja Petani Buah, Ini Cara Kinerja Sepeda Pompa)

Dengan sistem ini, petani bisa menghasilkan bawang merah kelas organik hingga 16 hingga 17 ton per hektar. Plus bonus 10 ton lele.

"Harganya saat ini juga lagi bagus, bawang merah varietas Tajuk di petani dihargai Rp 16 ribu per kilogram, sementara lele nya Rp 15 ribu per kilogram. Sangat menguntungkan," ungkapnya," pungkasnya

(Petani Jagung Tulungagung Keluhkan Serangan Babi Hutan, Sebabkan Gagal Panen Sampai 50 Persen Lahan)

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved