24 Siaran TV & Radio FM Hilang di 3 Daerah Jatim, Balmon Surabaya Imbau Masyarakat Tak Khawatir

24 Siaran TV & Radio FM Hilang di 3 Daerah Jatim, Balmon Surabaya Imbau Masyarakat Tak Khawatir

24 Siaran TV & Radio FM Hilang di 3 Daerah Jatim, Balmon Surabaya Imbau Masyarakat Tak Khawatir
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kepala Balai Monitor Kelas I Surabaya Jatim Sensilaus Dore dalam sebuah acara 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hilangnya tayangan stasiun televisi (tv) dan radio fm di tiga kawasan Jatim, Malang, Madiun, dan Kediri tak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.

Menurut Kepala Balai Monitoring Kelas I Surabaya Jatim Sensilaus Dore, hal itu merupakan imbas dari aktivitas penertiban yang dilakukan lembaganya dalam memonitoring izin pengunaan frekuensi siaran publik yang ada di seluruh daerah Jatim.

“Jadi ini merupakan kegiatan rutin, ini merupakan tugas dan fungsi dari balai monitoring,” kata Sensi sapaan akrabnya, saat ditemui TribunJatim.com di ruangannya, Jumat (12/7/2019).

Stasiun TV & Radio FM Tak Kantongi Izin Frekuensi Bakal Dihentikan oleh Balmon, Begini Prosedurnya!

Berikut Daftar 24 Stasiun TV dan Radio yang Ditertibkan Balai Monitor di Kediri, Malang, dan Madiun

Kominfo Jatim Imbau Stasiun TV yang Izinnya Bermasalah Segera Urus Perpanjangan, Agar Kembali Normal

Sensi menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh lembaganya merupakan kegitan penertiban izin frekuensi.

“penertiban ini adalah akumulasi dari kegiatan lain, yang masih melekat pada tugas kami. Ya seperti observasi monitoring, inspeksi, pengukuran parameter teknis, penanganan gangguan, pendistribusian Surat Pemberitahuan Pembayaran (SPP),” jelasnya.

Penertiban itu, lanjut Sensi, dilakukan dalam berbagai tahap, mulai dari melakukan observasi monitoring.

Dalam melakukan observasi monitoring tersebut, pihaknya akan melakukan serangkaian observasi langsung ke lapangan untuk memastikan adanya pemancar.

Termasuk memeriksa kelengkapan legal formal perizianan yang telah dikantongi oleh pihak stasiun tv atau radio fm yang bersangkutan.

“Misalnya, setelah kami lakukan monitoring, ternyata disini ada pemancar, setelah kami cek di database kami, ow ternyata penyelenggara ini belum kantongi izin,” uajrnya.

“Atau saat kami cek, ternyata penyelenggara ini baru mengajukan izin pada beberapa tahun lalu, dan ternyata saat itu baru dikeluarkan Rekomendasi Kelayakan (RK),” lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved