Beda Pendapat di Internal PDIP Kota Surabaya Soal Penunjukkan Adi Sutarwijono, Risma Pihak Mana?

Penunjukkan Adi Sutarwijono menimbulkan perbedaan pendapat. Lantas, Risma ada di pihak mana?

Beda Pendapat di Internal PDIP Kota Surabaya Soal Penunjukkan Adi Sutarwijono, Risma Pihak Mana?
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
PENUHI PANGGILAN KEJATI - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini penuhi panggilan Kejati Jatim. Dia dimintai keterangan sebagai saksi pelapor atas kasus dugaan korupsi YKP dan PT YEKAPE senilai triliunan rupiah, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di internal DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, saat ini ada dua kelompok yang berseberangan terkait penunjukkan ketua, sekretaris, dan bendahara baru oleh DPP PDIP.

Salah satu kubu menyetujui keputusan DPP yang menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, kubu yang lain menginginkan Whisnu Sakti Buana menjadi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Peneliti Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam mencoba menganalisa bagaimana sikap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam situasi seperti sekarang ini.

DPC Sebut PDIP Punya Segudang Calon Bupati, Siapa yang Bakal Diusung dalam Pilkada Sidoarjo 2020?

"Saya rasa Bu Risma tetap satu frekuensi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait penunjukan menggantikan Whisnu Sakti Buana," ucap Surokim, Kamis (11/7/2019).

Hal tersebut didasari Wali Kota Risma yang memiliki relasi sangat dekat dengan Megawati Soekarnoputri, sehingga tak mungkin Wali Kota Risma berbeda frekuensi dengan Megawati.

"Risma memang tak mau masuk ke dalam polemik secara langsung karena untuk menjaga hubungan dengan Whisnu Sakti Buana yang tak lain adalah wakil walikota. Namun, dengan melihat relasi antara Risma dan Megawati, walikota perempuan pertama di Surabaya itu tidak akan berbeda sikap dengan DPP PDIP," ucapnya.

PAC PDIP Kota Surabaya Tak Terima Putusan DPP, Sebut Penjaringan Ketua DPC Tak Disosialisaikan

Menurut Surokim, sikap Wali Kota Risma yang tak mau ikut polemik kepengurusan di DPC PDIP Surabaya adalah langkah yang tepat demi menjaga kondusivitas.

”Pasti suara Bu Risma ke DPP. Tapi memang lebih baik diam dan tidak masuk ke polemik ini,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Trunojoyo Madura.

Seperti diketahui, pada Konfercab PDIP Surabaya Minggu lalu (7/7/2019), DPP PDIP menugaskan Adi Sutarwijono sebagai ketua PDIP Surabaya.

Penjaringan Pilbub, Ketua DPC PDIP Lamongan Akui Survey Sekkab Yuhronur Lamongan Tertinggi

Surat yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto tersebut mendapat penolakan sebagian pengurus anak cabang (PAC) dan sejumlah pengurus PDIP Surabaya sebelumnya, termasuk beberapa anggota Fraksi PDIP di DPRD Surabaya.

Di sisi lain, banyak pula PAC dan jajaran kepengurusan PDIP Surabaya sebelumnya yang mendukung instruksi Megawati Soekarnoputri tersebut.

Kisruh Konfercab PDIP Bojonegoro Hingga Diskors, Anggota DPRD Ini Sebut Tak Ada Proses Dilanggar

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved