Gagal Temui Direktur PT Garam, Warga Pandan Pamekasan Tumpahkan Berkarung-karung Garam ke Jalan

Barisan warga Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan demo di Kantor PT. Garam Persero di Desa Pandan Jumat (12/7/2019).

Gagal Temui Direktur PT Garam, Warga Pandan Pamekasan Tumpahkan Berkarung-karung Garam ke Jalan
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Masyarakat Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan saat menumpahkan garam dan membakar ban di jalan akses masuk ke Kantor PT Garam Persero Pamekasan, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Barisan warga Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan bersama aktivis dan mahasiswa demo di Kantor PT. Garam Persero di Desa Pandan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (12/7/2019).

Mereka sampaikan sejumlah tuntutan terkait produksi garam lokal yang harganya anjlok hinggapembebasan sewa lahan kelola garam.

Namun sayang, meski sempat terlibat aksi dorong dengan polisi, warga tetap belum bisa menemui direkturPT Garam Persero.

Warga memilih pulang, namun sebelumnya mereka menutup akses jalan masuk yang menuju ke PT Garam Persero Pamekasan.

(Direktur PT Garam Persero Pamekasan Diusir Warga Desa Pandan Bila Tak Penuhi 2 Tuntutan Ini)

Mereka menumpahkan garam yang disimpan dalam jejeran karung biru ke jalanan. Mereka juga membakar tiga ban mobil di tengah jalan.  

Warga memprotes PT Garam Persero yang disebut mengizinkan impor garam dan mengakibatkan harga garam lokal anjlok.

Warga juga mempertanyakan polemik sewa lahan produksi garam yang disebut tidak memberi keuntungan apapun terhadap warga Desa Pandan.

Perwakilan dari Petani Garam di Desa Pandan, Syafii mengatakan, lahan garam tersebut dikelola oleh orang luar dan bukan dikelola oleh masyarakat Desa Pandan sendiri.

"Kami tidak pernah merasakan hasilnya terkait pengelolaan lahan garam itu. Masyarakat sebagian ada masyarakat yang menyewa di lahan garam sini. Tapi pengelolanya orang luar bukan masyarakat Pandan sendir," keluh Syafii.

"Kami tidak pernah merasakan hasil dari garam itu sendiri, justru kami dapat imbasnya," sambung dia.

(PT Garam Gelar Sosialisasi di Sampang, Harga Garam Disepakati Rp 700 per Kilo)

Menurut Syafii, warga mengeluhkan hawa asin garam-garam di sana membuat tembok rumah mereka terkikis dan mengelupas.

"Apakah orang luar merasakan itu? Apakah orang PT Garam peduli? ya tidak," kata Syafii.

Selain itu, Jalan di Desa Pandan rusak dan berlubang akibat aktivitas mobil PT Garam Persero yang keluar masuk di Desa Pandan mengangkut berton-ton garam.

"Setiap hari berapa ton mobil PT Garam keluar masuk jalan desa kami, hingga rusak dan berlubang begini, tapi tidak diperbaiki," ucap Syafii.

Ketiga, adanya lahan PT Garam Persero yang dekat dengan pemukiman masyarakat Desa Pandan dinilai tidak ramah lingkungan.

"Tidak pernah PT garam nyumbang aspal terkait jalan rusak ini. Apakah yang ini yang ramah lingkungan? Mau nyumbang aspal gimana wong THRan aja kami gak pernah dikasi," tegas Syafii.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Direktur PT Garam Persero Pamekasan Diusir Warga Desa Pandan Bila Tak Penuhi 2 Tuntutan Ini)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved