Kembangkan Riset, Petrokimia Gresik Siap Jadi Perusahaan Transformasi Bisnis Go Internasional

Kembangkan Riset, Petrokimia Gresik Siap Jadi Perusahaan Transformasi Bisnis Go Internasional.

Kembangkan Riset, Petrokimia Gresik Siap Jadi Perusahaan Transformasi Bisnis Go Internasional
SURYA/SUGIYONO
Direktur Utama PG Rahmad Pribadi , bersama istri Ir. Kuntari Laksmitadewi Wahyuningdyah membeli buah melon dari petani binaan PG saat pembukaan PAE 2019, di Kebun Percobaan PG, Jl Notoprayitno, Gresik, Jumat (12/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Upaya PT Petrokimia Gresik (PG) menjadi perusahaan transformasi bisnis segera terwujud.

Hal ini didukung dengan pengembangan perusahaan dibidang penelitian. Salah satunya dengan meluncurkan NPK Petro Ningrat 12-11-20.

Optimis ini disampaikan Direktur Utama Rahmad Pribadi dalam acara Petro Agrifood Expo (PAE) di Kebun Percobaan PG Jl Notoprayitno, Kebomas Gresik.

Petrokimia Gresik Luncurkan Petro Ningrat, Pupuk Petro Ningrat Sasar Tanaman Perkebunan

Milan Petrovic Beberkan Alasannya Ingin Balik ke Indonesia, Sampai Tolak Tawaran dari India-Afrika

Perkuat Tukar Rupiah, Petrokimia Gresik Tingkatkan Eskpor Pupuk Hingga ke China

Bahwa penelitian yang terus dikembangkan PG adalah untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produktifitas tanaman pangan.

“Riset ini mempunyai peran yang sangat penting. Ini tidak hanya untuk PG tapi juga Indonesia, karena demi menjaga ketahanan pangan nasional dibutuhkan teknoilogi yang tepat disektor pertanian. Sebab PG bertanggungjawab di hulu, di tananmannya, maka riset itu difokuskan pada bagaimana bisa meninglatkan produktifitas tanaman pangan,” kata Rahmad, dengan didampingi jajaran direksi dan Kapolres dan Dandim 0817 Gresik, Jumat (12/7/2019).

Rahmad Pribadi mengatakan bahwa peluncuran pupuk NPK Petro Ningrat 12-11-20 ini juga untuk mewujudkan target PG sebagai perusahaan transformasi bisnis. Sehingga bisa terwujud market leader dan dominant player di pasar komersil.

Dari hasil uji coba penilitan di lapangan menunjukan, NPK Petro Ningrat mampu meningkatkan hasil panen tanaman perkebunan antara 10 hingga 37 persen.

Pemupukan pada tanaman kentang dengan Petro Ningrat di Kota Batu bisa mampu menghasilkan 41,25 ton per hektar. Kemudian uji coba pada tanaman tembakau di Kabupaten Jember dan Lombok Timur mampu menghasilkan panen sebanyak 1,6 ton per hektar.

Sedangkan untuk tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk mampu meningkatkan produktivitas hingga 28,5 persen atau menghasilkan 18 ton per hektar. “Dalam uji coba itu NPK Ptero Ningrat diaplikasikan bersama dengan Petrogani dan ZA,” imbuhnya.

Lebih lanjut Rahmad menegaskan bahwa NPK Petro Ningrat 12-11-20 mengandung nitrogen berupa nitrat. Keunggulanna mampu memperbaiki aroma, warna, rasa dan kelenturan dari daun tembakau.

Kemudian bisa membuat tanaman lebih tegak dan kokoh, merangsang pembentukan umbi dan buah, cocok digunakan untuk lahan kering dan larut dalam air, sehingga mudah diserap tanaman.

Oleh karena itu, PG sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia berusaha membantu pemerintah dengan meningkatkan devisa melalui ekpor.

“Kalau kita bisa membantu pemerintah dengan meningatkan produktifitas tanaman, maka kita sebagai anak perusahaan PI anak BUMN sudah melaksanakan kuwajibannya. Itu gambaran besarnya, sehingga tidak semata hanya untuk PG tapi juga untuk Indonesia,” katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved