Komplotan Begal di 10 TKP Ini Diciduk Polisi di Jombang, Libatkan Remaja yang Masih Buron

Komplotan Begal di 10 TKP Ini Diciduk Polisi di Jombang, Libatkan Remaja yang Masih Buron.

Komplotan Begal di 10 TKP Ini Diciduk Polisi di Jombang, Libatkan Remaja yang Masih Buron
SURYA/SUTONO
Dua begal Didik Hariadi (23) dan Aprianto Wasikin (24) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Perak diciduk polisi 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Petugas Polres Jombang membekuk dua begal yang selama ini bersama komplotannya kerap beraksi di wilayah Jombang dan sekitarnya, sehingga cukup meresahkan masyarakat.

Kedua begal itu, Didik Hariadi (23) dan Aprianto Wasikin (24) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Jombang.

Kedua pelaku mengaku sudah beraksi lebih dari 10 kali di pada 10 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam dan luar kota Jombang, di antaranya hingga Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

Warga Keluhkan Limbah B3, Pabrik Peleburan Aki Bekas di Jombang Ditutup Satpol PP, Gerbang Disegel

Minibus Toyota Tabrak Dump Truk di Tol Jombang, 7 Penumpang dari Kalimantan Luka, Sopir Truk Kabur

Pabrik Plastik di Jombang Beroperasi Lagi Meski Sudah Disegel, Limbahnya Akibatkan Muntah-muntah

Aksi tersebut dilakukan dalam kurun waktu dua bulan, yakni April hingga Mei 2019.

Kepada Polisi, kedua pelaku juga mengaku menjambret tidak hanya berdua saja, melainkan juga dibantu tiga temannya secara bergantian.

Ironisnya, salah satu rekan pelaku yang sudah berhasil ditangkap sebelum ini ternyata masih di bawah umur, yakni RP (17) warga Desa Barongsawahan Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Dua pelaku lain, M (24) dan R (19) asal Kecamatan Perak, masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, rata-rata sasaran para pelaku adalah perempuan yang biasa menggunakan handphone saat berkendara.

Pelaku kemudian memepet korbannya dengan sepeda motor yang mereka kendarai lalu langsung merampas barang bawaannya, seperti ponsel, tas dan perhiasan.

"Pengakuan para pelaku, mereka sudah beraksi lebih dari sepuluh kali Kecamatan Gudo, Megaluh, Area barat kampus Stikip Jombang, Jalan Raya Mojosongo dan Kunjang Kediri, selama Bulan April hingga Mei 2019," ujarnya, Jumat (12/7/2019).

Kini Polisi masih terus memburu dua pelaku lain yang masih melarikan diri. Dari tangan para pelaku, disita dua buah sepeda motor yamaha Vixion S 4997 ZW dan Honda CBR150 tanpa plat nomor yang dijadikan sebagai sarana menjambret.

Selain itu, juga disita barang bukti sebuah ponsel Oppo A3s yang diduga merupakan hasil kejahatan tersebut.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara", pungkasnya

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved