Penguburan Bangkai Paus Terdampar di Pantai Bambang Dibenarkan BPSPL: Tak Boleh Dimanfaatkan

Polisi bersama warga sekitar Pantai Bambang Kecamatan Pasirian mengubur bangkai paus yang terdampar

Penguburan Bangkai Paus Terdampar di Pantai Bambang Dibenarkan BPSPL: Tak Boleh Dimanfaatkan
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Penguburan bangkai paus di Pantai Bambang, Lumajang. 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Polisi bersama warga sekitar Pantai Bambang Kecamatan Pasirian mengubur bangkai paus yang terdampar di pantai itu.

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban menuturkan perihal penguburan bangkai paus berbobot lebih dari 1 ton itu.

"Personel Polsek Pasirian dan warga mengubur paus yang terdampar itu sore kemarin," ujar Arsal, Jumat (12/7/2019).

Penguburan bangkai paus dilakukan di pesisir Pantai Bambang atas kesepakatan bersama sejumlah pihak, termasuk perangkat desa setempat.

Paus Terdampar di Pantai Bambang Lumajang, Kondisinya Sudah Membusuk

Tidak ada satu pun warga yang dibolehkan mengambil bagian tubuh bangkai paus yang sudah mati itu.

"Mengingat dia hewan dilindungi, juga untuk mengantisipasi bau busuk hewan itu," imbuh Arsal.

Menurut Arsal, penguburan bangkai paus itu dibenarkan oleh pihak Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Cerita Mahasiswi Semarang Bersalaman dengan Paus Fransiskus, Minta Didoakan untuk Diri dan Bangsanya

Koordinator BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Surabaya Gigih Aribowo membenarkan penanganan yang dilakukan warga dan jajaran kepolisian setempat.

Menurut Gigih hewan yang dilindungi, termasuk hewan laut yang dilindungi UU tidak boleh dimanfaatkan.

“Paus adalah hewan yang dilindungi. Tindakan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Lumajang bersama warga sekitar sangat tepat dengan mengubur bangkai paus yang telah mati dan terdampar di wilayahnya. Hewan yang dilindungi memang tidak boleh dimanfaatkan seperti dipotong ataupun diambil giginya,” terang Gigih seperti mengutip dalam rilis yang dikirimkan Polres Lumajang.

Seperti diberitakan, bangkai paus terdampar di Pantai Bambang, Pasirian, Lumajang, Kamis (11/7/2019). (Surya/Sri Wahyunik)

Cerita Mahasiswi Indonesia Salaman dengan Paus Fransiskus, Sampai Lupa Kalimat Italia yang Dihafal

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved