Saat Gubernur Khofifah dan Bupati Anas Pantau Pelaksanaan Industri Tambang Emas di Banyuwangi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan udara menengok jalannya kegiatan perusahaan tambang emas dan tembaga PT BSI

Saat Gubernur Khofifah dan Bupati Anas Pantau Pelaksanaan Industri Tambang Emas di Banyuwangi
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Kawasan proses pelindihan area tambang emas PT BSI, di gunung Tumpang Pitu Banyuwangi Jawa Timur 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan udara menengok jalannya kegiatan perusahaan tambang emas dan tembaga PT Bumi Suksesindo (PT BSI) bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (11/7/2019) siang.

Peninjauan itu dilakukan seiring juga undangan menghadiri HUT PT BSI yang ke 7 yang ditujukan pada Gubernur Khofifah dan Bupati Anas.

Mengendarai helikopter Gubernur Khofifah diajak Bupati Anas untuk melihat bagaimana sektor pertambangan, pertanian dan pariwisata berjalan berseiring dan saling mendukung di Kabupaten Banyuwangi.

Khofifah diyakinkan bahwa nyatanya sektor pertambangan yang lebih sering mendapatkan kontra masyarakat, nyatanya bisa berseiring dengan daya dukung lingkungan baik untuk pariwisata maupu pertanian.

"Saya berterima kasih Bupati Banyuwangi sudah menjadi speaker yang sangat baik. Tapi bagi saya seeing is believing. Maka tadi lewat atas saya melihat bagaimana pertambangan tembaga dan emas bisa berjalan selaras dengan kawasan pertanian dan juga pariwisata dimana dekat industri ini ada tepatnya Pulau Merah yang tak terganggu dengan jalannya pertambangan," urai Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Padahal saat awal mulai berdiri, pertambahan emas di Banyuwangi ini sempat mendapat penolakan masyarakat. Banyak juga yang khawatir bahwa adanya tambang emas akan mengganggu daya dukung lingkungan.

Namun ditekankan Khofifah, hari ini ketakutan warga tidak terbukti. Jalannya pertambangan yang sudah menggunkan teknogi canggih mampu membuat industri pertambangan menjadi minim dampak lingkungan.

Meski bersebelahan, pantai Pulau Merah tidak tercemari. Behitu juga dengan sektoe pertanian di kawasan PT BSI juga berjalan baik. Ini karwna teknologi pemurnian yang digunkan sudah menganuk sistem clean industry.

Tokoh Bonek Cak Joner Meninggal, Presiden Persebaya Azrul Ananda Terkejut: Beliau Sosok Penting

Paus Terdampar di Pantai Bambang Lumajang, Kondisinya Sudah Membusuk

KPK Geledah Rumah Mantan Bappeda Provinsi Jatim, Petugas Geledah Selama 5 jam

"Maka ini penting menjadi referensi bagaimana industri pertambangan tetap berjalan, tapi lingkungan tetap terjaga," kata Khofifah yang juga gubernur pwrempuan pertama Provinsi Jawa Timur ini.

Lebih lanjut Khofifah dalam kesempatan ini juga memberikan penghargaan pada PT BSI atas 15 juta jam operasional kerja tanpa kecelakaan kerja.

Menurutnya dari penghargaan yang banyak diperoleh PT BSI, bisa menjadi percontohan di semua wilayah bahwa aktivitas pertambahan tidak harus merusak lingkungan. Tinggal ke depan seluruh pihak harus mamou menjaga.

"Saya juga tanya kalau habis memangkas untuk reboisasi butuh waktu berapa lama, jenis tanamannya apa. Tapi ternyata yang menentukan jenis tanaman itu adalah kementerian," katanya kepada Tribunjatim.com.

Namun yang ia tekankan seluruh pihak harus saling menjaga. Pihak perusahaan pun harus rajin menengok masalah di sekitar area pertambangan. Jangan sampai ada yang tidak bisa sekolah atau tak bisa menikmati layanan kesehatan dengan layak. Maka itu juga harus menjadi tanggung jawab mereka.

"Di sini yang khas adalah buah naga. Dan di sini ternyata sudah ada insutri hilirnya membuat dodol buah naga. Tentu kita berharap buah naga ini ada endproduct yang menjual. Agar saat oversupply seperti kemarin harga buah naga tidak anjlok karena sudah asa endproduct atau produk hilirnya," pungkas Khofifah.(Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved