Usai Dihukum 5 Bulan karena Curi Ayam, Pria Bertato Asal Paciran Lamongan Ini Malah Curi Motor

Usai denjara selama 5 bulan, tidak membuat Heru Frengky Ardiansyah (29) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini jera

Usai Dihukum 5 Bulan karena Curi Ayam, Pria Bertato Asal Paciran Lamongan Ini Malah Curi Motor
surya/Hanif Manshuri
Tersangka Heru Frengky Ardiansyah, tersangka pencuri sepeda motor, Jumat (12/7/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Usai denjara selama 5 bulan, tidak membuat Heru Frengky Ardiansyah (29) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini jerah.

Ulahnya saat mencuri ayam dan membawanya ke dalam Lapas Lamongan selama itu tidak membuatnya sadar.

Pertama mencuri ayam, begitu keluar dari Lapas, Frengky lebih berani. Ia mencuri sepeda motor Honda GL Max milik korban Ahmad Irvani warga Tunggul Paciran.

Namun nahas, ulahnya mencuri sepeda motor nopol W 5646 BS, jejaknya berhasil diendus polisi.

Berbekal petunjuk adanya penawaran ondredil motor melalui medsos Facebook, polisi akhirnya berhasil membekuk residivis ini.

"Motor curiang itu dijual lepasan alias tidak dijual utuh. Ya dipereteli," kata Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayata didampingi Kanit Pidek, Iptu Suroto kepada Tribunjatim.com, Jumat (12/7/2019).

Gelar Operasi Kelengkapan Berkendara, Polres Malang Sita 21 STNK dan 2 SIM

7 Pengakuan Salmafina Sunan Terbaru, Bahas Soal Poligami-Bunuh Diri, Isu Pindah Keyakinan Terjawab?

Viral di Medsos Tatib di Tebo Malang Sebut Pendatang Harus Bayar 1,5 Juta, Pemkot Langsung Bereaksi

Sebelum tindak kriminal mencuri motor, tersangka pernah mencuri ayam dan divonis di PN selama 5 bulan penjara.

Ternyata, kata Norman, pelaku mengulangi perbuatannya dan sasarannya lebih meningkat lagi, motor.
Praktik menjualnya, tersangka bermaksud agar tidak diketahui jejaknya, yakni dijual per onderdil.

Tersangka menjual kepada seorang dan oleh pembeli pertama ini, barang dari Frengky diperkenalkan melalui Facebook.

Ternyata ada yang mengenali barang tersebut, hingga menggugah polisi untuk menelusurinya.

Jejak digital itulah yang dijadikan petunjuk polisi untuk menangkap pelaku, setelah melalui penyelidikan.
Laki - laki penuh tato ini tidak melakukan perlawanan apapun saat ditangkap polisi di rumahnya.

Polisi mengamankan barang bukti yang sudah tidak utuh lagi.

"Ini sedang kita kembangkan. Apa ada kemungkinan melakukan aksi serupa di tempat lain," kata Norman.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved