Viral di Medsos Tatib di Tebo Malang Sebut Pendatang Harus Bayar 1,5 Juta, Pemkot Langsung Bereaksi

Pemkot Malang turun tangan menangani tata tertib (tatib) di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun yang viral di media sosial.

Viral di Medsos Tatib di Tebo Malang Sebut Pendatang Harus Bayar 1,5 Juta, Pemkot Langsung Bereaksi
SURYA/BENNI INDO
Ketua RW 2 Muyorejo, Ashari saat memperlihatkan lembaran tata tertib viral berisi daftar tarif untuk warga pendatang serta warga yang melakukan pelanggaran pada Kamis (11/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang turun tangan menangani tata tertib (tatib) di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun yang viral di media sosial.

Perwakilan RT, RW dan Lurah Mulyorejo telah diundang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto.

Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan Wasto memberikan pemahaman kepada perwakilan RT dan RW tentang pembuatan aturan. Kata dia, membuat aturan untuk menjaga keharmonisan di lingkungan RT sangat dibolehkan namun jangan sampai memberatkan warga.

"Diberi pemahaman tentang aturan. Bagaimana seharusnya membuat aturan itu," kata Nur Widianto, Jumat (12/7/2019).

24 Siaran TV dan Radio di Malang, Madiun, Kediri Mendadak Hilang, Balai Monitor Bongkar Penyebabnya

Warga Pendatang Dimintai Uang Makam Rp 1,5 Juta, RW 2 Mulyorejo Malang: Makam di Sini Bagus

Screenshot Tatib di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang viral di media sosial, Jumat (12/7/2019).
Screenshot Tatib di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang viral di media sosial, Jumat (12/7/2019). (ISTIMEWA/TRIBUN JATIM)
Screenshot Tatib di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang viral di media sosial, Jumat (12/7/2019).
Screenshot Tatib di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang viral di media sosial, Jumat (12/7/2019). (ISTIMEWA/TRIBUN JATIM)

Menurut Nur Widianto, Wasto telah menginstruksikan kepada pengurus RT, RW dan Lurah untuk mencabut atau merevisi tatib yang viral di media sosial itu.

Dengan lapang dada, pengurus RT dan RW 02 menerima saran dari Pemkot Malang dan segera rapat membahas tatib selanjutnya.

"Sekarang berarti tatib yang viral sudah tidak berlaku karena akan direvisi," imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat lebih mengedepankan musyarawah dan mufakat untuk membuat aturan. Selain itu, hindari hal-hal yang berpotensi membebani warga misal sanksi dengan nominal berlebihan.

"Selanjutnya semua denda yang berupa materi akan diawasi oleh Lurah," ucapnya.

Dinkes Kota Malang Pastikan Tak Ada Warganya Terserang Hepatitis A Seperti di Pacitan: Nihil

Mantan Rektor Universitas Brawijaya Malang Diusulkan Jadi Kepala BPWS

Seperti diberitakan sebelumnya, Tatib RW 02 Tebo Selatan viral di media sosial facebook karena mencantumkan denda dengan nominal tidak wajar.

Seperti tatib nomor dua misalnya, siapa saja yang pindah masuk menetap ke lingkungan itu mengisi kas RW 2, Mulyorejo, Kota Malang, sebesar Rp1,5 juta sudah termasuk biaya pemakaman.

Warga pindah kontrak dan indekos masing-masing mengisi kas sebesar Rp250 ribu dan Rp50 ribu.

Selain itu, ada pula sanksi denda bagi seseorang yang berbuat asusila dan memakai narkoba. Bila ada pelanggaran asusila didenda Rp1,5 juta, pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) didenda Rp 1 juta dan denda Rp500 ribu untuk pelaku narkoba dan miras.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved