Cegah Bencana Alam di Kabupaten Gresik, Dewan Ketahanan Nasional Sosialisasikan Antisipasi Bencana

Dewan ketahanan nasional berkunjung ke Pemkab Gresik untuk mensosialisasikan tentang bencana alam.

Cegah Bencana Alam di Kabupaten Gresik, Dewan Ketahanan Nasional Sosialisasikan Antisipasi Bencana
SURYA.CO.ID/SUGIYONO
Jalan desa di Kecamatan Balongpanggang tergenang banjir Kali Lamong, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dewan ketahanan nasional berkunjung ke Pemkab Gresik untuk mensosialisasikan tentang bencana. Sebab, salah satu yang mengancam ketahanan nasional yaitu bencana alam gempa bumi.

Dari kunjungan dewan ketahanan nasional sebanyak enam orang.

Mereka dari rombongan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional yaitu Marsekal Pertama TNI Bayu Roostono, Brigjen TNI Sugeng, Brigjen TNI Made Datrawan, Kolonel Chb. I Gusti Putu Wirejana, Kolonel Pom. Djati Santoso dan Dr. Sumantri.

Tiba-tiba Motor Oleng Lewati Marka Jalan, Kakek dari Gresik Ini Tabrak Motor Lain, Tewas di Lokasi

Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan bencana alam di wilayah Gresik karena bencana alam gempa bumi bisa terjadi setiap saat, sebab terdapat potensi gempa di Indonesia sangat besar. Karena ada 3 sesar aktif atau patahan aktif.

Sehingga gempa bumi dan tsunami tidak dapat diprediksi, dihindari dan dijinakkan. Namun bisa dipelajari dan diminimalisir dampaknya.

Menurutnya, ancaman tertinggi ketahanan nasional adalah bencana. Jadi rencana aksi persiapan dini adalah mengurangi resiko bencana.

“Kami berharap, dalam penataan kota dan pembangunan perlu dikonsultasikan ke kami atau pusat study gempa Nasional Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR),” kata Marsekal Pertama TNI Bayu Roostono, Jumat (12/7/2019).

Kembangkan Riset, Petrokimia Gresik Siap Jadi Perusahaan Transformasi Bisnis Go Internasional

Pakar gempa ITS Amin Widodo, menjelaskan, kenapa setiap gempa di Jepang dampaknya sangat kecil sedangkan di Indonesia dampaknya sangat besar. Jepang sudah lama melakukan penelitian dan masyarakatnya telah terlatih sejak dini.

“Potensi gempa di Indonesia sangat besar, karena ada 3 sesar aktif atau patahan aktif. Gempa tidak dapat diprediksi, dihindari dan dijinakkan. Namun bisa dipelajari dan diminimalisir dampaknya," kata Amin.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dengan didampingi Komandam Kodim 0817 Letkol Infantri Budi Handoko menjelaskan tentang kondisi Gresik, termasuk potensi bencana yang ada di Gresik. Bahwa potensi banjir di Gresik yang diakibatkan meluapnya kali lamong dan Sungai Bengawan Solo sudah diminimalisir.

“Kami sudah menyiapkan semua desa terdampak untuk menjadi desa tangguh bencana. Terutama pada desa yang menjadi langganan banjir. Kami juga sudah membuat tanggul di desa Cermenlerek yang dulu menjadi langganan banjir, saat ini mulai berkurang," kata Sambari.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun seribu sumur bahkan lebih. Sumur-sumur itu dibangun di tiap RW atau pedukuhan.

(ugy/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved