Dinkes Jatim Gandeng Unusa Bahas Kesehatan Pesantren, Paparkan 'Pesantren Daerah Tanpa Rokok'

Dinas Kesehatan Provinsi Jatim bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di International Health Conference (SIHC), Sabtu (13/7/2019).

Dinkes Jatim Gandeng Unusa Bahas Kesehatan Pesantren, Paparkan 'Pesantren Daerah Tanpa Rokok'
Istimewa
Dinas Kesehatan Provinsi Jatim bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membahas kesehatan pondok pesantren yang dibahas pada Surabaya International Health Conference (SIHC), Sabtu (13/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Kesehatan Provinsi Jatim bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membahas kesehatan lingkungan terutama pondok pesantren.

Hal tersebut selaras dengan fokus FosKesTren (Pos Kesehatan Pondok Pesantren) yang dibahas pada Surabaya International Health Conference (SIHC), Sabtu (13/7/2019).

"Fokus utama kesehatan lingkungan, ibu dan anak, menggerakan tenaga kesehatan mendekati masyarakat. Kesehatan pesantren salah satu yang kami bahas," kata Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso, Sabtu (13/7/2019).

Menurutnya, perilaku hidup sehat di pesantren akan berdampak pada lingkungan dan syiarnya. Misalnya, disebutkan Kohar, pesantren daerah tanpa rokok.

(Talkshow Intoleransi di Sekitar Kita UKWM, Orang Intoleran Insecure Lihat Orang Beragama Lain)

"Kami mengembangkan kesehatan pesantren, pesantren sudah banyak yang bagus, pesantren daerah tanpa rokok," kata dia.

Wakil Rektor I Unusa Prof Kacung Marijan mengatakan, pihaknya telah mengembangkan kesehatan pesantren di beberapa daerah, satu di antaranya Lamongan.

"Kami aktif memberikan masukan kepada Jawa Timur untuk bersama-sama menjaga kesehatan. Kami (Unusa) sudah lengkap, ada bidang promosi, Fakultas Kedokteran, Keperawatan. Sudah kami rintis untuk promosi pencegahan penyakit, kami rintis," kata dia.

Sebagai perguruan tinggi yang didukung Nahdlatul Ulama, pihanya akan menempatkan lulusan dokter mereka di pesantren-pesantren yang ada di Jawa Timur.

"Dukungan sudah ada, tentu kami kerjasama dengan NU. Kami nanti menamatkan dokter tahun depan, persediaannya harus ada dulu sehingga ada klinik di pesantren, alumni kami akan bergilir," pungkas dia.

(Layanan Kesehatan untuk Penyandang Disabilitas Netra, Kota Malang Masuk Top 99 di Kemen PAN RB)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved