Kejati Jatim Tunjuk 3 Jaksa Tangani Kasus Dugaan Korupsi KONI Pasuruan, Tersangka Baru Ditetapkan

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim bisa memproses kembali kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkot Pasuruan kepada KONI Kota Pasuruan.

Kejati Jatim Tunjuk 3 Jaksa Tangani Kasus Dugaan Korupsi KONI Pasuruan, Tersangka Baru Ditetapkan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan - Kejati Jatim tunjuk tiga jaksa untuk kasus korupsi dana hibah KONI Kota Pasuruan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim bisa memproses kembali kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkot Pasuruan kepada KONI Kota Pasuruan.

Kendati telah dilidik sejak 2017 lalu, penyidik Polda Jatim baru bisa berhasil menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Edy Hari Respati, mantan ketua PSSI periode 2013-2015 akhirnya dinyatakan sebagai orang bertanggung jawab dalam kasus ini. Penyidik Polda Jatim pun melakukan penahanan terhadap Edy.

Pengurus PDIP Kota Surabaya Laporkan Akun Penyebar Foto Rekayasa Megawati dan Jokowi di Facebook

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi mengaku baru mendapat pemberitahuan terkait penetapan tersangka Edy dari penyidik.

"Sudah kami terima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) nya sejak tahun 2017, dan baru dua minggu lalu kami terima kabar bahwa sudah ada penetapan tersangka dan penahanan terhadap Edy Hari Respati," ujar mantan Kajari Surabaya ini, Sabtu, (13/7/2019).

Sedangkan, untuk kasus ini, Kejati Jatim sudah menunjuk tiga jaksa peneliti. Selanjutnya, Didik mengaku saat ini pihaknya hanya bisa menunggu perkembangan penyidikan yang dilakukan Polda Jatim.

Hilang 25 Hari, Mahasiswi Unpad Diduga Terkena Guna-guna, Begini Kondisinya saat Ditemukan di Masjid

Untuk diketahui, Subdit lll/Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengamankan Edy Hari Respati mantan ketua PSSI Kota Pasuruan periode 2013-2015 guna menjalani pemeriksaan.

Edy ditetapkan sebagai tersangka setelah dari Laporan Hasil Pemeriksaan/Audit yang telah dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jatim, di temukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3,8 Miliar saat Edy mendapat ketua.

Tersangka melakukan pembuatan LPJ atas penggunaan dana hibah PSSI Cabang Kota Pasuruan/Asosiasi PSSI Kota Pasuruan yang berisi data-data fiktif dan mark-up anggaran Pemkot Pasuruan yang dikucurkan untuk kegiatan kompetisi PSSI dan pembinaan klub sepak bola, terjadi penyimpangan anggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved