Naik Haji Jatim 2019

Kisah Pemandu Haji Indonesia di Madinah, Temukan Jemaah yang Derita Gangguan Jiwa Hingga Dimensia

Kisah pemandu haji Indonesia di Madinah, temukan jemaah asal Sumenep yang derita gangguan jiwa hingga Dimensia.

Kisah Pemandu Haji Indonesia di Madinah, Temukan Jemaah yang Derita Gangguan Jiwa Hingga Dimensia
Pinterest
Ilustrasi ibadah haji - Pemandu haji Indonesia di Madinah temukan jemaah yang derita gangguan jiwa hingga kasus dimensia. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Jumlah total Calon Jemaah Haji (CJH) Kloter 07 SUB Kabupaten Sumenep 444 orang, dari jumlah tersebut yang butuh bantuan alat khusus kursi roda dan tongkat itu berjumlah 11 orang.

Sebab JCH Kabupaten Sumenep yang berusia lanjut atau uzdur itu diketahui sebanyak 60 persen.

"Ada sekitar 250 an orang JCH asal sumenep ini yang usianya berlanjut. Sehingga saat ini memang butuh perhatian khusus kondisi jamaah sekarang yang berusia lanjut tersebut," kata M Hasan Ubaidillah, Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Kloter SUB 07 Kabupaten Sumenep, saat dikonfirmasi TribunMadura.com. Jumat (12/7/2019).

Beri Efek Jera, Barang Bawaan CJH yang Disita PPIH Bakal Dimusnahkan, Ada Cobek Hingga Slop Rokok

Menurutnya di Madinah saat ini untuk cuaca sangan terik sekali, sekitar 42 drajat. Sehingga kata dia, para jamaah yang Resiko Tinggi (Resti) artinya diatas 60 - 70 tahun umurnya itu sangat rentan sekali dalam hal - hal yang bisa memyebabkan kondisi kesehatannya.

M Hasan Ubaidillah mengaku, jika sudah ada kasus jamaah Resiko Tinggi (Resti) yang berusia 92 tahun dan jamaah itu mengalami gangguan jiwa yang meresahkan jamaah yang laiannya.

"Yang pertama kasus jamaah Resti itu atas nama Dj yang usianya sudah 92 Tahun dan terpisah dari pendampingnya di dekat pintu 17 Masjid Nabawi setelah shalat subuh," paparnya.

CJH Asal Probolinggo ini Pergi Haji Dari Tabungan Jualan Nasi Kuning dan Pencari Kardus

Dalam kebingungan itu katanya, Alhamdulillah ditemukan oleh petugas dari Sektor 4 Madinah, dan secara kebetulan berpapasan dengan TKHI dari kloter 07 SUB yang bernama Arif Setiawan lalau di bawa ke hotel.

Pihaknya berpesan, agar jamaah yang seppuh jangan sampai di tinggalkan sendirian karena sangat menghawatirkan ditengah cuaca yang extrim.

"Karena Masjid Nabawi saat ini sudah mulai penuh dengan jamaah dari seluruh penjuru dunia," katanya.

Sementara untuk yang kedua kata M Hasan Ubaidillah, yakni kasus dimensia atau hilang ingatan.

"Halbitu juga apabila sampai tidak ada yang memperhatikan, maka akan beresiko tersesat atau mengganggu jamaah yang lain dan jamaah tersebut atas nama Toni bin Mahrabi," jelasnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved