Naik Haji Jatim 2019

Syamsia Pelayan Dapur Tertua Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Satu Kloter 50 Kg Beras

Selama 25 tahun, Siti Syamsia berkutat dengan menu makanan calon jamaah haji embarkasi Surabaya. Dirinya mengaku menyukai pekerjaannya untuk melayani

Syamsia  Pelayan Dapur Tertua Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Satu Kloter 50 Kg Beras
Nur Ika/Tribunjatim
Suasana daour asrama haji Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama 25 tahun, Siti Syamsia berkutat dengan menu makanan calon jamaah haji embarkasi Surabaya. Dirinya mengaku menyukai pekerjaannya untuk melayani tamu-tamu Allah nanti di Makkah.

"Sudah 25 tahun, suka semua suka. Ini kan melayani tamu Allah," kata Syamsia, Sabtu (13/7/2019).

Selama musim haji, keseharian nenek 74 tahun ini memasak dan mengawasi sajian makanan untuk para calon jamaah haji.

"Saya punya katering, kalau di butuhkan ya masak disini kalau sehari-hari katering kecil-kecilan," katanya kepada Tribunjatim.com.

Setiap pukul 06.00 WIB, Syamsia bersama sekitar 42 orang menyiapkan masakan. Menjelang siang istirahat dan dilanjutkan hingga pukul 23.00 WIB untuk persiapan bumbu masakan di pagi hari.

Selama 25 tahun, Syamsia mengaku banyak perbedaan yang dilaluinya selama menyiapkan menu maupun cara memasak hidangan untuk calon jamaah haji.

Asrama Embarkasi Surabaya Layani Kebersihan Dapur Hingga Menu Sehat Untuk Calon Jamaah Haji

Jadi Ketua Takmir, Mantan Wali Kota Malang M Anton Bareng Napi Kelola Perluasan Masjid Lapas Porong

Greg Nwokolo, Kapten Madura United Resmi Jadi Seorang Ayah

Jika dahulu persiapan masakan hanya untuk beberapa kloter, Syamsia mengaku tahun-tahun ini mencapai puluhan kloter bahkan pernah menyajikan untuk 100 kloter.

"Semua suka tidak ada dukanya, dulu masih sembilan kloter, ini pernah sampai 100 kloter. Dibanding dulu banyak perubahan, karyawan semakin banyak, masak lebih cepat dan lebih banyak," kata Syamsia kepada Tribunjatim.com.

Setiap hari, petugas dapur menyiapkan 1/2 kwintal beras untuk satu kloter dengan daging 450 potong dan sayur 40 kilogram.

"Awalnya dulu petik-petik, sekarang sudah pengalaman. Kerjasama sudah ada bagian sendiri-sendiri masak, bagi daging, petik-petik sayur. Saya nyiapkan bumbu sama nyicipi kurang apa rasanya. Pengalaman saja lah," pungas dia.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved