Dimutasi 2 Kali Sebulan & Penempatan Posisi Kontroversi, ASN Ini Ancam Gugat Plt Wali Kota Pasuruan

Dimutasi 2 Kali Sebulan & Penempatan Posisi Kontroversi, ASN Ini Ancam Gugat Plt Wali Kota Pasuruan.

Dimutasi 2 Kali Sebulan & Penempatan Posisi Kontroversi, ASN Ini Ancam Gugat Plt Wali Kota Pasuruan
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, Khusnul Khotimah didampingi Kuasa Hukumnya, Suryono Pane 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Mutasi kontroversial di lingkungan Pemkot Pasuruan oleh Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo beberapa waktu lalu ternyata menyisakan masalah.

Kasi Sarana dan Prasarana Kecamatan Bugulkidul Kota Pasuruan Khusnul Khotimah, menjadi korbannya. Ia masih kesal atas mutasi kemarin. Ia merasa menjadi korban mutasi yang menyalahi aturan dan sarat kepentingan politik.

Pelaku Perampokan Minimarket di Sidoarjo dan Pasuruan Selalu Konsumsi Sabu Sebelum Beraksi

Rem Blong, Dump Truk Hantam 2 Mobil di Gerbang Tol Sidoarjo, Kernet Truk Asal Pasuruan Tewas

Kejati Jatim Tunjuk 3 Jaksa Tangani Kasus Dugaan Korupsi KONI Pasuruan, Tersangka Baru Ditetapkan

Kepada wartawan, ASN ini merasa dirugikan dengan mutasi dua kali dalam sebulan kemarin. Karena merasa kecewa, ia memilih melayangkan surat keberatan dan siap membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"Saya sebenarnya tak masalah dengan posisi jabatan, karena ASN harus siap ditempatkan dimanapun. Tapi ini masalah keadilan dan tata kelola organisasi. Proses ini saya tempuh agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak," katanya, Minggu (14/7/2019).

Khusnul mengaku merasa dirugikan dengan jabatannya sekarang. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Lurah Sebani. Pada mutasi yang dilaksanakan pada 29 April lalu, ia ditempatkan di posisi baru sebagai Lurah Panggungrejo.

Saat itu, ia merasa mutasi masih dalam tahap yang wajar. Namun, pasca dilantik, proses mutasi digagalkan karena Pemkot diketahui tak memiliki rekomendasi dari Pemprov Jatim dan tak memiliki izin dari Kemendagri.

Nah, otomatis, status mutasi sebelumnya batal. Tak lama, Pemkot kemudian melakukan mutasi ulang pada 16 Mei, setelah memenuhi prosedur dan persyaratan.

"Saat mutasi kedua pada 16 Mei, posisi saya berganti menjadi Kasi Sarpras Kecamatan Bugulkidul. Saya sangat kaget. Wong pelantikan saya sebagai Lurah Panggungrejo dalam pelantikan sebelumnya belum dibatalkan secara resmi. Di sini, saya merasa dirugikan," paparnya.

Khusnul merasa ada yang aneh selain dari sisi kepangkatan. Ia merasa tak menempati posisi Kasi Sarpras Kecamatan. Kata dia, golongan ASN yang menempati jabatan Sekcam di wilayahnya itu, pangkatnya III/d, sedangkan ia IV/a.

"Sama dengan camat hanya beda masa tugas. Pengganti posisi saya sebagai Lurah di Panggung itu Pak Hermanto, pangkatnya III/c," urainya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved